28
Feb

Leadership dan Culture yang Kuat Menjadi Kunci Peningkatan Kualitas Kinerja Birokrasi

Depok-Humas BKN, Profesor Carmine Bianchi dari Faculty of Political Science University of Palermo Italy dalam Seminar Dynamic Performance Management menjelaskan  sejumlah poin penting  yang dapat mendorong peningkatan kualitas kinerja birokrasi di antaranya professional skill, leadership dan accurate culture. Kombinasi poin-poin tersebut akan mampu lahirnya kolaborasi yang efektif dalam birokrasi hingga outcome yang menjadi target organisasi dapat lebih mudah tercapai.

Dalam seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Association for Public Administration (IAPA), Senin (27/2/2017)  di Auditorium Juwono Sudarsono, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat tersebut,  Profesor Carmine Bianchi menjelaskan kualitas sumberdaya manusia menjadi modal untuk menggerakkan institusi menuju pencapaian outcome. “SDM dengan professional skill yang dipimpin oleh  sosok dengan leadership kuat, yang mampu memotivasi kerja tim akan dapat mendorong institusi untuk mencapai target. Apalagi jika kedua aspek itu diimbangi dengan accurate culture, maka  akan memunculkan institusi dengan collaborative culture tinggi hingga senantiasa produktif dan mampu menghasilkan outcome berkualitas”. Satu hal lain yang juga tak kalah penting, sambung Bianchi adalah adanya sebuah mekanisme evaluasi yang mampu dengan tepat menganalisa bagaimana capaian yang telah di raih institusi dan menganalisa hambatan yang perlu diberikan solusi.

Sebelumnya, dalam seminar yang merupakan bagian dari acara Pengukuhan, Rapat Kerja, Lokakarya dan Seminar IAPA yang berlangsung Senin-Selasa (27-28/2/2017) , Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia yang juga Ketua Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional  Prof Eko Prasojo,  saat membuka seminar tersebut memaparkan tentang transformasi administrasi negara Indonesia di mana pada tahun 2025 pemerintahan Indonesia ditargetkan menjadi dynamic governance yang bisa mengantarkan pada terwujudnya birokrasi yang profesional. “Menuju tahap itu pada tahun 2010 telah dicanangkan rule based bureaucracy dan pada tahun 2018 diharapkan kita dapat mewujudkan performance based bureaucracy”.

Pada kesempatan itu, Prof Eko Prasojo juga memaparkan sejumlah peran yang perlu dilakukan oleh IAPA ke depan dalam manajemen kinerja yakni pertama membangun dan menerapkan sistem manajemen kinerja di masing masing Institusi, kedua  melakukan berbagai riset tentang manajemen kinerja di Pemerintahan, ketiga membangun model manajemen kinerja dinamis dan  membantu advokasi kebijakan dan Penerapan Manajemen Kinerja di K/L/Pemda. dep