25
Sep

Leave No One Behind, LAPOR! Sasar Daerah 3T

Jakarta – Humas BKN, Program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA) dalam rangka penguatan aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) resmi diluncurkan pada Selasa (24/9/2019), di Jakarta. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin yang mewakili Pemerintah Indonesia saat peluncuran berlangsung mengatakan aplikasi LAPOR! tak bisa hanya produktif di kalangan masyarakat perkotaan dan memiliki koneksi internet. Kehadiran LAPOR sebagai aplikasi berbagi pakai harus dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, terlebih warga yang termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Harus dipikirkan bahwa LAPOR! harus hadir sampai ke unit pelayanan terdepan pemerintah di batas terluar dan pelosok terdalam,” ujarnya.

Syafruddin melanjutkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh menganggap aduan sebagai persilangan data.(dok.menpan-rb)

Syafruddin melanjutkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh menganggap aduan sebagai persilangan data. Aduan masyarakat adalah sebuah amanah. “Aduan adalah permata yang harus digali agar muncul, sehingga bisa dituntaskan hingga ke akar permasalahan birokrasi yang kontraproduktif bagi warga,” tegasnya.

Di saat yang sama, Country Director of UNDP in Indonesia, Christophe Bahuet, mengungkapkan pengembangan LAPOR! untuk daerah terpencil sejalan dengan agenda Leave No One Behind yang dilaksanakan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Agenda ini adalah komitmen para pemimpin dunia untuk merangkul masyarakat dunia yang terpinggirkan. Sangat jelas bahwa pelayanan publik yang efektif dan efisien merupakan inti dari tujuan pembangunan berkelanjutan dan Leave No One Behind.
“Dalam konteks Leave No One Behind, UNDP memainkan peran penting untuk memastikan bahwa proyek ini akan mengembangkan potensi LAPOR! dengan maksimal. Pengembangan untuk meraih Sustainable Development Goals (SDGs) dan mengerjakan Leave No One Behind,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan sangat mengapresiasi program kerja sama ini. Diakuinya, hal itu akan membantu masyarakat di daerah 3T menyampaikan keluhannya terhadap layanan publik yang dirasakannya selama ini. “Program ini akan berdampak positif bagi masyarakat. Namun, tidak hanya itu, kualitas kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya yang berada di daerah 3T juga otomatis terjaga dengan adanya check and balance dari masyarakat dengan memanfaatkan aplikasi LAPOR!,” pungkasnya. Humas KemPANRB/ber