19
Sep

Lulus TKD, Pintu Awal Menjadi CPNS

Jakarta-Humas, Kelulusan pelamar dalam mengikuti Tes Kompetensi Dasar (TKD) merupakan pintu awal dan syarat mutlak menjadi CPNS. Dengan demikian, setiap pelamar harus mempersiapkan dan menguasai secara komprehensif tiga materi TKD yakni, Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum, dan Skala Kematangan (Karakteristik Pribadi). Arahan ini disuguhkan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana dalam Talkshow “Membedah Seleksi CPNS Tahun 2014” di Studio 7 TVRI Jakarta, Kamis (18/9). Ikut hadir dalam ini Deputi Bidang SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Setiawan Wangsaatmaja, dan anggota Komisi Ombusdman Bidang Penyelesaian Laporan dan Pengaduan Budi Santoso.

Ditegaskan bahwa kelulusan pelamar dalam mengikuti TKD berdasarkan passing grade (nilai ambang batas) setiap materi yang diuji, yakni Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum, dan Karakteristik Pribadi. Jadi, penilaian kelulusan bukan berdasar nilai total seorang pelamar CPNS. Sebagai ilustrasi, seorang pelamar yang skornya 400 (dari skala 500) dinyatakan tidak lulus, jika nilai dari salah satu materi yang diujikan dibawah passing grade yang ditentukan pemerintah. Passing grade untuk penerimaan CPNS 2014 segera ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

waka

Wakil Kepala BKN Bima Haria Wibisana (kedua dari kanan) menjelaskan peran sentral BKN dalam penerimaan CPNS

Bima Haria Wibisana pun mengelaborasi bahwa tiap peserta harus mengerjakan 100 soal TKD dalam waktu 90 menit. 100 soal TKD tesebut dirinci sebagai berikut: Wawasan Kebangsaan 35 soal, Tes Intelegensi Umum 30 soal, dan Skala Kematangan 30 soal. “Dengan demikian, tiap peserta mesti menjawab tiap soal TKD dalam waktu kurang lebih 52 detik,”ucapnya.

Dijabarkan pula bahwa soal-soal yang diujikan dalam penerimaan CPNS dibuat oleh 17 Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (PTN). “Soal-soal yang dimiliki Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS berjumlah puluhan ribu buah, sehingga kecil kemungkinan soal yang sama berulang di sebuah ruangan tes,”tandasnya.

Sementara, Setiawan Wangsaatmaja mengakui bahwa dengan kehadiran Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara (CAT BKN), tidak ada lagi tempat bagi praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam penerimaan CPNS. “Jalan menjadi CPNS hanya satu, yakni lulus tes yang berlangsung secara fair, obyektif, dan transparan ”tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Budi Santoso menyatakan asanya agar para pelamar CPNS berhati-hati dan cermat dalam melakukan registrasi online dan mengerjakan soal-soal ujian berbasis CAT BKN. “Hal ini penting dicamkan para pelamar CPNS, agar mereka tidak melakukan kesalahan yang merugikan dirinya sendiri,”ungkapnya. (aman-kiswanto)