02
Jun

Lulusan Pendidikan Ilmu Kepegawaian BKN dituntut Adaptif dan Kontributif

Sekretaris Utama BKN Usman Gumanti memberikan Ucapan Selamat kepada Mahasiswa PIK pada saat acara pelepasan Mahasiswa PIK angkatan V di Pusbang ASN BKN, Ciawi.

Bogor-Humas BKN, Sebanyak 31 mahasiswa Pendidikan Ilmu Kepegawaian (PIK) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Angkatan V yang berasal dari instansi pemerintah Pusat dan Daerah telah menyelesaikan masa studinya, dan siap dikembalikan ke instansi asalnya masing-masing untuk berkerja dan berkontribusi. Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Sipil Negara (Pusbang ASN) Ahmad Jalis meminta lulusan PIK agar lebih adaptif di tengah dinamika global dan pesatnya kemajuan teknologi, khususnya menghadapi era UU ASN.

“Alumni PIK yang nantinya akan kembali bertugas ke instansinya masing-masing diharapkan aktif berkontribusi dalam menjawab kebutuhan pemerintah Pusat/Daerah. Yang terpenting alumni PIK harus bisa jadi agen perubahan yang produktif,” ungkapnya dalam Upacara Pelepasan Mahasiswa Tugas Belajar PIK BKN Angakatan V Kamis, (2/6) di Kampus Pusbang ASN, Bogor yang dihadiri oleh Jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi BKN, Kepala Biro Kepegawaian K/L Pusat dan Daerah, Kepala BKD Provinsi Kabupaten/Kota, dan Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Negara Universitas Terbuka, serta seluruh Widyaiswara dan Pengelola PIK BKN.

Kepala BKN yang diwakili Sekretaris Utama Usman Gumanti berpesan kepada seluruh alumni PIK yang telah menyelesaikan studinya untuk tetap mengembangkan kompetensinya. Lulus dari PIK bukan akhir dari proses belajar, sebaliknya merupakan awal bagi para alumni untuk belajar di lingkungan kepegawaian yang sebenarnya.

Lebih lanjut, Sesma BKN menegaskan bahwa kehadiran UU ASN merupakan perubahan yang mendasar pada sistem kepegawaian, yang dilatarbelakangi oleh pergeseran pendekatan dari administratif menuju pendekatan manajemen sumber daya manusia (SDM) yang berorientasi pada optimalisasi kompetensi, kualifikasi, dan kinerja yang disebut dengan sistem merit. Untuk itu pengelolaan aparatur pemerintah baik Pusat/Daerah harus mengacu pada UU ASN.

“Diharapkan alumni PIK tidak hanya memiliki kemampuan umum di bidang Ilmu Administrasi Negara, tetapi juga memiliki pemahaman dan penguasaan yang utuh dan mendalam di bidang Ilmu Hukum Tata Usaha Negara/Administrasi Negara, sistem manajemen dan informasi kepegawaian yang lebih generik dan berorientasi pada lingkungan strategik,” tegasnya.

Lulusan PIK angkatan V dengan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi berhasil diraih oleh Gaspar Sugiri S.AP (3.78) dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat NTT. Peringkat kedua Leo Fernando Simanjuntak S.AP (3.63) dari BKD Singkawak Kalimantan Barat, dan peringkat ketiga diperoleh  Heriyanto S.AP (3.60) dari Pemerintah Kabupaten Belitung.

Kepada seluruh alumni PIK yang telah dinyatakan lulus menyelesaikan studinya selama 4 (empat) Tahun, BKN akan merekomendasikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Pusat dan Daerah untuk mengangkat Alumni PIK dalam jabatan Analis Kepegawaian melalui penyerahan Nota Pertimbangan Pengangkatan sebagai Pejabat Analis Kepegawaian. (des)