07
Okt

MA Percayakan Assessment Center BKN Uji Kompetensi Calon Sekretaris MA

aris

Kepala Pusat penilaian Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) BKN, Aris Windiyanto.

Jakarta-Humas, Mahkamah Agung mempercayakan Assessment Center (AC) BKN untuk melakukan penilaian kompetensi calon Sekretaris Mahkamah Agung dan Kepala Biro Umum Mahkamah Agung Republik Indonesia. Penilaian tersebut akan berlangsung selama tiga hari sejak Senin-Rabu (10-12/10/2016) di Assessment Center BKN Pusat, Jakarta.

Kepala Pusat penilaian Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) BKN, Aris Windiyanto mengatakan peserta assessment untuk calon pengisi jabatan Sekretaris Mahkamah Agung berjumlah 7 orang dan untuk pengisi jabatan Kepala Biro Mahkamah Agung berjumlah 6 orang. Sementara jumlah asesor (penilai kompetensi) BKN yang diturunkan berjumlah 12 asesor. “Dalam proses assessment kali ini para asesor akan menilai kompetensi manajerial masing-masing peserta seperti  kemampuan kepemimpinan, bagaimana membangun network dan  melakukan negosiasi yang sebagian besar digali melalui simulasi” jelas Aris saat ditemui tim humas BKN di ruang kerjanya.

Pada kesempatan itu Aris menuturkan dalam periode tahun 2007 hingga Agustus 2016, Assessment Center BKN telah dipercaya seratusan instansi pemerintah dalam melakukan penilaian kompetensi. “Dari sekian banyak instansi tersebut kami telah menguji 11.230 peserta, yang diuji untuk berbagai kepentingan seperti pengisian jabatan struktural eselon IV hingga I. Ke depan, jelas Aris Assessment Center BKN menargetkan kualitas penilaian kompetensi yang dilakukan BKN terus meningkat.

Pada kesempatan itu, Aris menuturkan saat ini pihaknya telah melakukan uji coba penerapan rapid assessment dalam seleksi jabatan level bawah. Pelaksanaan rapid assessment diharapkan dapat mempersingkat proses penilaian kompetensi. Namun demikian Aris menuturkan metode rapid assessment tidak dapat diimplementasikan bagi penilaian kompetensi level manajerial (menengah ke atas). “Level menengah ke atas merupakan level strategis, memuat kompleksitas karakter pekerjaan yang berbeda dengan level bawah. Jika level bawah pengujian kompetensi teknis mendapatkan porsi yang cukup besar, maka pada level menengah ke atas pengujian kompetensi manajerial harus lebih mendalam”. dep