24
Agst

Optimalkan Pengelolaan Aset Negara

DSC_0199

Kepala BKN, Bima Haria Wibisana (foto: kis)

Jakarta-Humas BKN, Pengelolaan aset Negara tidak semata bertumpu pada kuantitas anggaran, sebaliknya perencanaan yang teliti, hati-hati, dan realistis menjadi kunci efektifitas Asset Management. Persoalan pemeliharaan Barang Milik Negara (BMN) menuntut aspek perencanaan yang jelas dan pengambilan keputusan yang tepat.

Diharapkan unit kerja yang memangku tanggung jawab tersebut mampu mengidentifikasi perencanaan sebelum melakukan realisasi guna menghindari banyaknya revisi. Jika minim revisi, tentu menjadi tolok ukur bahwa perencanaan yang dilakukan akurat.

Arahan sekaligus pembukaan tersebut disampaikan oleh Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, pada kegiatan Konsinyasi SIMAK BMN, Buku Standardisasi Satuan Barang (BSSB) & Rencana Umum Pengadaan (RUP) di lingkungan BKN Pusat dan Kanreg (24/8).

“Tentu ini bukan persoalan anggaran semata, sekalipun anggaran ditambahkan hingga tiga kali lipat, pada realisasinya kegiatan yang dilakukan tetap sama setiap tahun. Diperlukan inovasi dengan keluar dari kebiasaan yang sama, instansi pemerintah perlu merancang kegiatan berbeda guna penyerapan anggaran yang terukur dan optimal dan tentu berdampak pada peningkatan kualitas, kinerja, dan pelayanan, ” pungkas Bima.

Dengan mengusung Strategic Asset Management, pengelolaan BMN diharapkan terintegrasi mulai dari perencanaan, pemeliharaan hingga pertanggungjawabannya. Hal itu diperlukan untuk kejelasan BMN yang dikelola dan meminimalisir aset temuan.

“Ke depannya, Pengelolaan anggaran memiliki Rencana Umum Pengadaan (RUP), jika RUP dilakukan dengan tertib dan akurat tentu berdampak pada SIMAK BMN dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap manajemen ASN, ” ujar Heru Purwaka, Kepala Biro Umum. desi