17
Des

Pelaku Usaha Harapkan Sosialisasi Standar Higienis Makanan dimasifkan

IMG-20151217-WA0003

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia, Adhi Lukman saat memberikan pemaparannya. (foto : Afri)

Jakarta-Humas BKN, Hajat Internasional Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di depan mata. Atmosfer kompetensi di bidang ekonomi akan melingkupi masyarakat ASEAN. Namun, kesiapan para pelaku usaha dalam menghadapi persaingan ekonomi masih dinilai lemah. Terkait itu, Pemerintah diharapkan makin memasifkan sosialisasi mengenai segala standar bisnis yang akan diberlakukan dalam MEA.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia, Adhi Lukman mengatakan salah satu sosialisasi yang dibutuhkan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya yang bergerak dalam industri makanan dan minuman, yakni mengenai standar keamanan (higienis) pangan yang diizinkan beredar di pasar ASEAN. Hal itu disampaikan Adhi saat diwawancarai tim Humas BKN pasca menyampaikan paparan dalam Forum Komunikasi Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Penguatan Industri Makanan dan Minuman Dalam Negeri, Rabu (16/12/2015). Forum Bakohumas tersebut digelar dalam kunjungan para praktisi humas kementerian/lembaga pemerintah ke Pabrik Niramas Utama yang memproduksi olahan sari kelapa dengan merk dagang Inaco, di Bekasi Timur. Pada kesempatan itu, turut bergabung dua praktisi Humas BKN, Diah Eka Palupi dan Afriani.

Di bagian lain, Adhi menjelaskan, banyak pelaku usaha di dalam negeri yang produk-produknya ditolak oleh pasar luar negeri karena tidak memenuhi standar higienis pangan. “Selain itu, infrastruktur untuk produksi makanan dan minuman juga harus memenuhi standar higienis ASEAN. Itu semua harus diperhatikan jika produk-produk kita bisa bersaing dalam MEA,” jelas Adhi.

Pada kesempatan itu Adhi mengapresiasi kegiatan kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Bakohumas. “Dengan kegiatan semacam ini kami berharap para praktisi humas Pemerintah bisa memahami langsung persoalan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan. Kepahaman itu kami harapkan akan ditindaklanjuti dengan menyampaikannya kepada para penyusun kebijakan, termasuk dalam hal adanya kebutuhan sosialisasi yang lebih intensif mengenai hal-hal yang perlu dipahami pelaku usaha dalam menghadapi kompetisi ekonomi Internasional, seperti MEA,” pungkas Adhi. dep