14
Mar

“ Pelatihan Kepemimpinan Harus Mampu Mendorong Lahirnya ‘Agent of Change’ ”

dikl

Sekretaris Utama (Sesma) BKN, Usman Gumanti saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan I dan II di Pusat Pengembangan ASN Ciawi, Jawa Barat sejak 10 Maret hingga 10 Juli 2017pada Jumat (10/03/2017) . Sugeng

Ciawi – Humas BKN, Pusat Pengembangan (Pusbang) ASN BKN menggelar Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan I dan II di Pusat Pengembangan ASN Ciawi, Jawa Barat sejak 10 Maret hingga 10 Juli 2017. Pelatihan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Utama (Sesma) BKN, Usman Gumanti pada  Jumat (10/03/2017) di Pusbang ASN Ciawi.

Dalam arahan saat membuka acara tersebut, Sesma BKN mengatakan Pelatihan Kepemimpinan harus mampu mendorong lahirnya agent of change (agen perubahan). “Agen perubahan yang dimaksud adalah sosok yang mampu menggerakkan organisasi menuju capaian kinerja yang lebih baik”. Sesma juga berharap melalui pelatihan tersebut para peserta dapat meningkatkan pengetahuan, menggagas inovasi dan menajamkan keterampilan. Selain itu, sambung Sesma melalui pelatihan diharapkan pula lahir sosok-sosok pejabat birokrasi yang selalu menjaga perilaku dalam berinteraksi baik dengan lingkungan sekitar birokrasi maupun lingkungan luar yang terkait.

Di bagian lain, Kepala Bidang Pengelolaan ASN, Ojak Murdani dalam laporan penyelenggaraan kegiatan tersebut mengatakan pelatihan yang mengangkat tema Mencetak Kepemimpinan Operasional Inovatif dan Berkinerja Unggul tersebut diharapkan dapat mengasah kompetensi operasional para peserta dan mendorong lahirnya pemimpin perubahan.”Kami berharap melalui pelatihan ini dapat mengasah kompetensi kepemimpinan operasional pada pejabat struktural pengawas yang selanjutnya diharapkan akan berperan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di unit masing-masing.”

Di bagian akhir, Ojak menjelaskan pelatihan yang diikuti 80 orang peserta dan terbagi menjadi dua angkatan yang pesertanya berasal dari kantor pusat, kantor regional serta UPT BKN. “Metode pembelajaran yang diterapkan dalam pelatihan ini menggunakan kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi, semulasi/praktik, pembimbingan, seminar dan visitasi. Penilaian terhadap peserta meliputi 2 aspek yaitu perencanaan inovasi dengan bobot 40% dan manajemen perubahan dengan bobot 60%. Peserta yang mengikuti pelatihan dan menyelesaikan seluruh tugas dengan baik dapat dinyatakan lulus dengan maksimal ketidakhadiran yaitu 2 sesi. dep/ine