15
Okt

Pemangku JFK Dituntut Segera Pahami Butir Kegiatan JFK Baru


Jakarta – Humas BKN, Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) telah mengubah proses bisnis Pegawai Negeri Sipil (PNS), termasuk di dalamnya PNS pemangku jabatan fungsional kepegawaian. Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana saat membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Jabatan Fungsional Kepegawaian, di Jakarta, Kamis (15/10/2020).
Bima melanjutkan, jabatan fungsional kepegawaian yang terdiri dari Pranata SDM Aparatur, Analis SDM Aparatur, Asesor SDM Aparatur, dan Auditor Manajemen ASN dituntut untuk adaptif menghadapi kondisi pandemi ini. “Pejabat Fungsional Kepegawaian harus mampu menjadi Human Resources Development Practitioners in Public Sector yang memiliki skills sesuai jabatan yang diembannya, yakni (1) Penataan administrasi pengadaan dan pelayanan kepegawaian ASN, (2) Analisis, evaluasi dan pengembangan kepegawaian ASN, (3) Asesmen kompetensi/potensi ASN, dan (4) Audit ketaatan regulasi kepegawaian ASN,” tandasnya.


Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Kepegawaian BKN, Herman mengatakan, tantangan ke depan bagi pemangku jabatan fungsional kepegawaian adalah dituntut untuk segera memahami butir kegiatan JFK baru dan penilaian kinerja/SKP dan integrasi angka kredit, serta pemutakhiran kompetensi dan pengembangan/pola karier. “Selain itu, tantangan berikutnya adalah bagaimana untuk segera membentuk organisasi profesi JFK yang baru dan mendorong pemangku Jabatan Fungsional untuk menjadi anggota organisasi profesi, supaya tercipta penguatan sinergitas pengembangan kompetensi,” ujarnya.
Di saat yang sama, Asisten Deputi Manajemen Karir dan Talenta SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Aba Subagja, yang hadir sebagai pembicara mengatakan pembangunan SDM dan penyederhanaan birokrasi merupakan prioritas kerja Presiden dan Wakil Presiden selama 5 tahun ke depan. “Untuk mendukung prioritas tersebut, saat ini tengah berjalan proses penyederhanaan birokrasi, yakni mengalihkan jabatan administrator ke fungsional,” terangnya. ber