28
Jan

Peminat CPNS Naik 12%, BKN Pastikan Pelaksanaan Seleksi Akuntabel dan Transparan

Jakarta – Humas BKN, Pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran (TA) 2019 pada hari ke 2, Selasa (28/01/2020) di Gedung CAT BKN Pusat dilaksanakan seleksi SKD untuk Komisi Aparatur SIpil Negara (KASN), Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN RB). Sekretaris Utama (Sesma) BKN Supranawa Yusuf, Deputi Sistem Informasi Kepegawaian (SINKA) BKN Suharmen, bersama Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam rangka memastikan pelaksanaan seleksi berjalan akuntabel dan transparan.

“Pada prinsipnya, pelaksanaan SKD dengan metode Computer Assisted Test (CAT) ini terjamin transparansi dan akuntabilitas dari penyelenggaraan seleksinya,” ungkap Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji. Dalam tinjauan tersebut, Deputi SINKA Suharmen memaparkan berkaitan dengan kerahasiaan soal yang tidak bisa diakses oleh sembarangan orang. Selain itu, Bank soal dienkripsi (dikunci) oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Proses pelaksanaan tes di ruangan seleksi, soal – soal yang keluar untuk setiap peserta akan berbeda. Skor muncul real time dan dapat dipantau oleh umum atau para pengantar di layar LCD yang sudah disiapkan oleh panitia. Dengan sistem ini, nilai peserta tidak mungkin bisa dimanipulasi.

Selanjutnya petugas memeriksa para peserta dengan sangat ketat melalui body scanning yang dipisah antara peserta pria dan peserta wanita, sehingga kecurangan-kecurangan yang memungkinkan dapat terhindari. “Saya apresiasi para petugas, meski pemeriksaan ketat, tapi tetap ramah,” ungkap Atmaji. Terkait sarana dan prasarana, Titik Lokasi (tilok) BKN Pusat sudah sangat memadai, tambahnya.

“Peminat CPNS TA 2019 naik sebesar 12% dari tahun lalu. Di tahun 2018 Tilok berjumlah 292, sementara untuk tahun 2019 ini berjumlah 427 Tilok”, ungkap Suharmen. Dengan peminat yang sangat banyak ini, kompetisi akan semakin ketat, dari 4,2 juta pelamar yang mendaftar, yang lolos Memenuhi Syarat (MS) sebanyak 3,36 juta peserta, dimana formasi yang dibutuhkan sekitar 150 ribu formasi. “Tentu Kompetisi ini akan sangat ketat, dengan sistem seleksi yang transparan dan akuntabel ini diharapkan akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbaik dan berkualitas untuk bangsa ini,” tutup Sesma BKN Supranawa Yusuf. nsp