27
Sep

Perdana! IPDN Kemdagri Gunakan CAT-BKN Saring Calon Praja Terbaik

Kendari, Humas BKN – Setengah dari pelamar sudah gugur saat tahapan psikotes, oleh karenanya kami harapkan adik-adik sungguh-sungguh saat menjawab soal yang ada. Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Tenggara Nur Endang Abas saat memberikan pengarahan kepada peserta tes Calon Praja Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) sesaat sebelum tes dimulai, di pelataran Gedung Fakultas Hukum Universitas Haluoleo Kendari, Sabtu (27/9). Turut hadir Panitia Penerimaan Calon Praja IPDN Kemdagri Syamsul Bachri, Penyelia Computer Assisted Test (CAT) BKN Adi Pamulyo, dan jajaran BKD Provinsi Sulawesi Tenggara. “Kami berharap adik-adik sudah mempersiapkan diri dengan baik guna menjalankan tes ini. Jangan ada rasa gugup, tidak usah tengok kanan-kiri, cukup percaya pada kemampuan diri sendiri saja,” ucap Endang di hadapan para peserta tes.

Lebih lanjut Syamsul Bachri memberikan apresiasi terhadap metode tes yang baru tahun ini diterapkan untuk tes penerimaan calon praja IPDN Kemdagri, Syamsul menilai ini merupakan langkah awal untuk mendapatkan Calon Praja yang menjadi cikal-bakal Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berkompeten. “Untuk menyaring anak-anak bangsa yang betul-betul kompeten diperlukan suatu metode yang bergaransi, yaitu CAT-BKN. Lagipula, harapan kami, setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing masuk menjadi praja di IPDN,” jelas Syamsul kepada Staf Hubungan Masyarakat (Humas) BKN yang meliput langsung kegiatan tersebut.

Menurut data yang disuguhkan oleh Kepala Sub Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BKD Provinsi Sulawesi Tenggara Saonah kepada staf Humas BKN, jumlah peserta yang lulus seleksi administrasi sebanyak 184 peserta, namun hanya 162 peserta saja yang lanjut untuk mengikuti tahapan tes selanjutnya. Pada saat psikotes, hampir setengah dari total peserta gugur dan 91 peserta yang berhasil lolos, melanjutkan ke tahapan tes kesehatan dan jasmani sebelum akhirnya mengerucut menjadi 81 peserta guna melanjutkan ke tahapan Tes Kompetensi Dasar (TKD). Tahapan seleksi dilakukan sebanyak enam kali, mulai dari seleksi administrasi, hingga ke pantauan akhir yang dijadwalkan akan dilaksanakan di IPDN Pusat. “TKD adalah tahapan tes terakhir sebelum para peserta akhirnya diserahkan ke Panitia Kemdagri untuk melaksanakan tes pantauan akhir,” ujar Saonah. Saonah berharap, dari jumlah kuota yang diberikan untuk Provinsi Sulawesi Tenggara, semuanya dapat terisi. “Mudah-mudahan, jumlah 45 kuota yang diberikan untuk Provinsi Sulawesi Tenggara dapat terisi. Hari ini jumlah peserta yang akan ikut TKD sebanyak 81 orang, semoga semuanya lolos untuk pantauan akhir,” pungkas Saonah. Berry