23
Jun

Peringatan Nuzulul Quran sebagai Momentum Untuk Memotivasi Menghapal Quran

Rabu, 17 Ramadhan 1437 H bertepatan dengan 22 Juni 2016 M, Masjid Al Khidmah Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara menyelenggarakan Ceramah dan Dialog dalam rangka Peringatan Nuzulul Quran. Ceramah dan dialog kali ini menghadirkan Ustad KH. Efendi Anwar, M.Ag. Dalam ceramahnya, Ustad Efendi mengajak jamaah dzuhur masjid Al Khidmah Kantor Pusat BKN untuk menggiatkan kembali sisa waktu di bulan suci ini untuk membaca, memahamidan khususnya mencoba menghapal Al Quran. “17 hari kemaren cukup sebagai pemanasan, dan 13 hari berikutnya mari kita bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah di Bulan Ramadhan,” jelas Ustadz Efendi.

Ustadz KH. Efendi juga menegaskan bahwa pada akhir Ramadhan terdapat malam lailatulqodar , yakni malam yang lebih baik dari 1000 bulan. “Tidak ada orang yang berusia 80 tahun dan semuanya diisi dengan amal sholeh. Oleh karenanya mari kita optimalkan sisa hari-hari di bulan romadhon agar mendapat keutamaan beribadah yang sebanding dengan 1000 bulan atau sekitar 80 tahunan”.

Pada kesempatan itu juga Ustadz KH.Efendi mengajak untuk mendalami, memaknai bahkan menghapal quran. Banyaknya anak-anak yang muncul dari negeri kita saat ini yang mulai menjadi hafidz qur’an seperti adek Musa dan yang lainnya perlu untuk memotivasi agar semakin giat menghapal quran. Ustadz Efendi menambahkan bahwa apresiasi atas para penghapal quran juga mulai banyak, dari adanya sekolah-sekolah tahfidz hingga perguruan tinggi yang memberikan beasiswa bagi para pengapal quran. Ini sebagai bentuk fasilitas yang merupakan karunia Allah atas para penghapal quran, dan itu belum seberapa disbanding dengan balasan Allah di akhirat.

Hal yang saat ini perlu menjadi perhatian menurut Ustadz Efendi Adalah bagaimana merubah mindset bahwa menghapal quran itu susah, karena Allah berfirman bahwa Al Quran itu benar-benar telah dimudahkan untuk berdzikir. “Jika melihat kondisi saat ini, banyak anak-anak SD maupun SMP sudah banyak  yang  bias menghapal quran. Disana banyak metode dan cara yang bias dipilih dan digunakan, dan hal yang pertama adalah dengan merubah mindset menghapal quran adalah muda,” tambah Ustadz Efendi. Jika masih merasa menghapal quran adalah sulit, maka hal itu akan menghambat dalam  proses menghapal. Dan salah satu kunci adalah jangan hanya bersemangat menghapal tapi juga mengulang-ulang (muroja’ah).

Ustadz Efendi sempat menyebutkan hadis nabi terkait keutamaan mempelajari Al Quran yakni “Barang siapa mendalami alquran sejak belia maka Allah akan memadukannya pada darah dagingnya”. Hal ini terbukti dari berbagai pengalaman bahwa para penghapal quran akan berkolerasi dengan kemampuan akademis dan juga akhlak yang baik. Oleh kerena itu banyak universitas yang memberikan fasilitas beasiswa bagi para penghapal quran. Alquran secara rutin dibacaakan berbeda dengan membaca secara hapalan. Ini dikarnakan tingkat konsentrasi dan juga peningkatan penggunaan syaraf. Selain itu, orang yang  terbiasa membaca hapalan quran dalam sholat-sholatnya, dapat membantu menjaga kesehatan.

Sementara itu, saat memberikan sambutan, Kepala BKN Bima Haria Wibisana pada kesempatan itu mengajak semua pegawai BKN agar dapat bercermin dari turunnya wahyu kepada Rasulullah untuk mengemban amanat kenabian. “Maka hedaklah kita bisa bekerja menjalankan amanah dengan lebih optimal dan penuh semangat. Sebagai contoh adalah dalam pembuatan SK Pensiun, hendaknya kita bisa membayangkan bahagianya para pegawai saat mendapatkan SK Pensiun sebagai penghargaan terakhir mereka sebagai pegawai, sehingga dalam memprosesnya bukan hanya sekedar mengikuti SOP, tapi benar-benar dengan perasaan dan dengan hatiuntuk benar-benar mengupayakan terbaik agar SK benar-benar tanpa kesalahan dalam pencetakannya,” jelas Kepala BKN. fhu