02
Nov

Petakan Kompetensi Pajabat Administrator, Basarnas Percayakan Assessment Center BKN

14902683_875823825882581_5113458755712736447_o

Sekretaris Utama (Sesma) Basarnas, Dadang Arkuni (kiri). (foto:mia)

Jakarta-Humas BKN, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) mempercayakan penilaian kompetensi pejabat administratif di lingkungan Basarnas kepada Assessment Center (AC) BKN. Penilaian yang berlangsung selama lima hari sejak 31 Oktober 2016 hingga 4 November 2016 itu dilakukan di station Computer Assissted Test (CAT) BKN dan di ruang AC yang berlokasi di kantor Pusat BKN dan dibuka oleh Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN (Kapuspenkom) BKN, Aris Windiyanto.

Dalam sambutannya Kapuspenkom mengatakan kompetensi yang akan diukur dalam kegiatan tersebut berjumlah 13 kompetensi yang antara lain meliputi kompetensi analize thingking, menjalin hubungan/network dan nationality concept. Sementara itu metode yang dilakukan antara lain leaderless Grup Disscus, psikometri dan wawancara.

Di bagian lain, Sekretaris Utama (Sesma) Basarnas, Dadang Arkuni mengatakan dipilihnya AC BKN mengingat BKN merupakan instansi negara pembina kepegawaian yang diyakini telah memahami bagaimana menilai kompetensi yang seharusnya dimiliki seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara itu Kepala Biro Hukum dan Kepegawain Basarnas Agung Prasetyo mengatakan pilihan menggunakan AC BKN merupakan hasil konsultasi dengan kementerian lain. “Kami berkonsultasi dengan sejumlah kementerian tentang AC mana yang layak kami gandeng dalam penilaian kompetensi. Mereka, termasuk Kemenpan dan RB, merekomendasikan AC BKN”.

Agung menambahkan Basarnas menilai pentingnya sebuah instansi memiliki peta kompetensi pegawai agar pengisian sebuah jabatan benar-benar sesuai dengan kemampuan dari pegawai yang mengisinya. “Undang-Undang nomor 5 tahun 2015 mengamanahkan agar pengisian jabatan di birokrasi menganut prinsip merit system. Kami melakukan pemetaan kompetensi ini untuk melihat profil setiap pegawai seperti tentang bagaimana cara dia berpikir, merencanakan sebuah program, menjual ide melakukan koordinasi di dalam sebuah tim. Hasil pemetaan itu kemudian akan kami jadikan sebagai salah satu referensi menyusun treatment atau program pengembangan pegawai,” jelas Agung.dep