13
Agst

Presiden Tak Sampaikan Pertanggungjawaban Kepada MPR dalam Sidang Paripurna Tahun 2015

Jakarta-Humas BKN, Jumat 14 Agustus 2015, MPR akan menggelar Sidang Paripurna. Namun sidang kali ini tidak mengagendakan laporan pertanggungjawaban kinerja Presiden kepada MPR. Format Sidang Paripurna Agustus 2015 ini hanya berupa penyampaian kinerja Presiden dan lembaga negara lainnya tidak akan diiringi oleh evaluasi atau pengambilan kesimpulan oleh MPR. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Sosialisasi MPR, Ahmad Basarah dalam forum komunikasi Bakohumas yang diselenggarakan oleh Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal MPR, Kamis (13/8/2015), di ruang Delegasi MPR RI Lobi Nusantara V, Gedung MPR, Jakarta.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Para Narasumber didampingi Moderator (kanan) dalam acara Bakohumas yang Membahas tentang Sosialisasi Penyelenggaraan Sidang Paripurna MPR RI Tahun 2015

Dalam forum yang dihadiri Praktisi Humas BKN, Afriani, Diah Eka Palupi dan Gandy Zudanto tersebut dijelaskan pula teknis penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR RI oleh Sekretaris Jenderal MPR, Eddie Siregar. Eddie Siregar menjelaskan dalam Sidang Paripurna Tahun 2015 ini, kedudukan MPR sekadar sebagai fasilitator penyelenggaraan sidang. “Dalam forum sidang Presiden akan melaporkan kinerja lembaga negara. Ada total tujuh lembaga negara yang akan disampaikan kinerjanya yakni MPR, DPR, DPD, BPK, Komisi Yudisial, Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung. Kinerja masing-masing lembaga negara akan dituangkan dalam 600 kata, sehingga Presiden akan memaparkan sekitar 4200 kata mengenai kinerja lembaga-lembaga tersebut,” jelas Eddie. Palupi/Afriani