28
Mei

Prof Eko Prasojo: Jangan Sampai P3K Dijadikan Alat Pendulang Suara Pemilu 2019

Jakarta-Humas BKN, Mantan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang juga Guru Besar Ilmu Administrasi UI, Prof Eko Prasojo menegaskan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) diadakan untuk memperkuat basis profesionalisme dan kompetensi dalam penyelenggaraan birokrasi. Rekrutmen P3K, jelas Eko, jangan sampai dijadikan sebagai alat politik pihak-pihak tertentu untuk mendulang suara pada Pemilu tahun 2019. Pernyataan Eko tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Manajemen P3K yang digelar pada Rabu 27 Mei 2015, di aula Gedung I BKN Pusat, dan juga menjadi rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-67 BKN.

Dalam acara yang antara lain dihadiri pejabat BKN, BKD dan para analis kepegawaian, Eko menguraikan sejumlah filosofi dasar P3K, yakni P3K diadakan dengan tujuan dasar untuk menumbuhkan kompetisi dan budaya kerja bagi jabatan-jabatan dalam birokrasi; P3K diadakan untuk memperkuat basis profesionalisme dan kompetensi dalam penyelenggaraan birokrasi, sebagai basis jabatan fungsional tertentu; P3K memberikan kesempatan fleksibilitas dan pertukaran antara sektor publik dan sektor swasta; P3K merupakan penciptaan ide baru dan inovasi birokrasi.

Sementara itu dalam rekrutmen P3K, jelas Eko, terdapat sejumlah prinsip dasar yang perlu diterapkan. Pertama, posisi dengan jangka waktu pendek (short term based) tidak boleh menyebabkan berkurangnya penerapan merit system oleh instansi. Kedua, seleksi harus tetap berdasarkan semangat profesionalisme ASN dan kinerja pegawai. Ketiga, rekrutmen P3K dapat diterapkan untuk sejumlah posisi pekerjaan dengan karakteristik antara lain diperuntukkan bagi jangka waktu tertentu dan untuk menjalankan tugas yang bersifat irreguler atau intermittent.palupi