23
Nov

Rakorbang ASN Tahun 2019 Resmi Ditutup pada Jumat (22/11/2019)

Ciawi – Humas BKN, “Harapannya agar pengelola kepegawaian di seluruh instansi di Indonesia yang menduduki jabatan Administrator dan Pengawas diprioritaskan untuk beralih ke jabatan fungsional apabila wacana perampingan jabatan Administrator dan Pengawas di organisasi jadi terlaksana.” Harapan itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pedidikan, dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang, Habibul Fuadi saat didapuk mewakili peserta lainnya untuk memberikan pesan dan kesan pada penutupan Rapat Koordinasi Pengembangan (Rakorbang) Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2019 di Pusat Pengembangan ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN), Ciawi, Jumat (22/11/2019).

 

Mewakili peserta lainnya, Habibul juga mengucapkan rasa terima kasih kepada BKN karena sudah menjadi fasilitator yang baik. “Pengelola kepegawaian di daerah selama ini cukup sulit mendapatkan akses ke narasumber yang kredibel dan kelas dunia. Oleh karenanya, pada kesempatan ini, kami ucapkan terima kasih sudah difasilitasi bisa menerima materi dari narasumber hebat seperti Rhenald Khasali. Kami sangat terkesan,” ungkapnya.

Sekretaris Utama BKN, Supranawa Yusuf saat memberikan arahan sebelum menutup secara resmi pelaksanaan Rakorbang ASN Tahun 2019 menyampaikan, sumber daya ASN adalah penggerak mesin organisasi dan birokrasi. “Sumber daya ASN yang handal merupakan investasi berharga bagi organisasi. Karena itu perlu ditingkatan kemampuan dan profesionalitasnya agar organisasi dapat bertahan dan berkembang. Untuk dapat mempertahankan ke- profesionalitasnya tersebut, maka sumber daya aparaturnya perlu dikembangkan dan ditingkatkan,” katanya.

Supranawa melanjutkan, institusi/lembaga pemerintah wajib untuk mampu mencapai keberhasilan, dan hal ini tentu sangat tergantung kepada sumber daya manusianya. “Dalam hal ini ASN yang mewakilinya, yang tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, memerlukan persiapan melalui pendidikan dan pelatihan, sebagai dasar meningkatkan kualitas sumber daya pelayan masyarakat. ASN wajib profesional dan handal dalam menghadapi tuntutan masyarakat akan pelayanan yang baik, cepat dan tepat serta menjawab tantangan persaingan global, di era 4.0 ini,” ujarnya.

Terakhir, Supranawa mengingatkan seluruh peserta Rakorbang ASN, yang merupakan pengelola kepegawaian, bahwa dalam melakukan penilaian kinerja ASN, akan perlahan beralih ke aturan yang baru. “Jika selama ini penilaian kinerja ASN mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, maka ke depan akan mengacu pada aturan yang baru, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 Tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil,” tandasnya. ber