17
Mar

Sajikan Fair Play, Tim Catur BKN Peroleh Apresiasi

Partisipasi BKN pada Turnamen Catur Kepala BMKG CUP IX

Jakarta-Humas BKN, Usai menyuguhkan Fair Play (sportivitas) dan elan vital nan tinggi, tim catur Badan Kepegawaian Negara (BKN) menuai apresiasi pada Turnamen Beregu Catur Cepat Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika IX (KBMKG) IX yang diikuti berbagai instansi pemerintah pada Rabu-Jumat (12-14/3) di Auditorium BMKG Jakarta. Apresiasi ini diberikan oleh pimpinan pertandingan MN Jamaludin dan sejumlah tim catur instansi lainnya, karena tim BKN memilih tidak “berdagang sapi” pada babak terakhir turnamen tersebut.

Tim Catur BKN (kiri) menghadapi Tim Taspen (kanan) pada Turnamen Catur KBMKG IX

Tim Catur BKN (kiri) menghadapi Tim Taspen (kanan) pada Turnamen Catur KBMKG IX

Turnamen Beregu Catur Cepat KBMKG IX diadakan setiap tahun guna memperingati Hari Meteorolgi Dunia. Turnamen ini menggunakan sistem swiss 7 babak, artinya tiap regu bermain selama tujuh babak. Turnamen beregu tersebut terdiri dari 3 pemain utama dan 1 pemain cadangan, dimana skor individu pecatur pun dihitung sebagai dasar menentukan para pemain terbaik (best board players).

Menurut kapten tim Abdur Rahman S, pada pertandingan babak ke tujuh (terakhir),  BKN berhadapan dengan  Badan SAR Nasional (Basarnas). Salah satu pemain tim Basarnas, M.Fauzi, berpeluang memperoleji pemain terbaik karena perolehan nilainya yang tertinggi, 7 poin dari 7 babak (full point). Namun demikian, sesuai rapat Technical Meeting, suatu regu harus masuk peringkat 10 besar (Top Ten) agar pecaturnya dapat menjadi pemain terbaik. “Pada konteks ini, Basarnas harus dapat menumbangkan BKN, agar M.Fauzi menjadi pemain terbaik,”ujarnya.

Tanpa kompromi dan "dagang sapi", BKN menggilas Basarnas

Tanpa kompromi dan “dagang sapi”, BKN menggilas Basarnas

Juara II perorangan Turnamen Catur KBMKG CUP tahun 2010 ini mengutarakan bahwa tim yang didukung penuh oleh pengurus KORPRI BKN ini memutuskan untuk Full Fight dan Fair Play pada babak menentukan (ke tujuh) tersebut. Meski pemain papan pertama BKN Warsan kalah atas M.Fauzi, Ridwan (papan kedua) dan Risnu Budi (papan ketiga) berhasil menundukkan lawannya masing-masing. Dengan demikian, BKN menang 2-1 atas Basarnas. “Kami tidak “bermain mata” tatkala melawan regu manapun, termasuk pada partai pamungkas ini,”tuturnya.

Warsan (kanan) "menggebuk" MN Dahlan Effendi (Kementerian PU) tanpa ampun

Warsan (kanan) “menggebuk” MN Dahlan Effendi (Kementerian PU) tanpa ampun

Selain Fair Play, Tim Catur BKN pun menyajikan prestasi yang cukup membanggakan. Pada babak ketiga, Warsan merobohkan raja MN Dahlan Effendi dari tim Kementerian Pekerjaan Umum. “Secara meyakinkan, Warsan menskakmat pelatih dan penulis buku catur bergelar Master Nasional ini,”terangnya. Setelah pertarungan melelahkan nan ketat, tim BKN menduduki peringkat 9 dari 24 regu. Ada pun juara 1,2,3 beregu masing-masing diraih tim Taspen, Badan Tenaga Nuklir Nasiona (Batan), dan Bumiputeramuda (Bumida). (aman)