26
Okt

Sama-Sama Carrier Talasemia, Jangan Menikah

IMGL5297

Nila Farid Moeloek dalam acara Pertemuan Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas). (foto: kis)

Jakarta-Humas BKN, “Mohon jika sama-sama terdeteksi carrier talasemia jangan menikah. Kalau memang masih bisa, cari pasangan lain saja. Kasihan anaknya nanti.” Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek dalam acara Pertemuan Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas).

Penyakit talasemia adalah penyakit bawaan di mana sistem tubuh penderitanya tidak mampu memproduksi hemoglobin yang normal.

“Talasemia menjadi sorotan karena talasemia merupakan salah satu penyakit tidak menular paling banyak yang terjadi pada anak. Sedangkan akhir-akhir ini tantangan pelayanan kesehatan semakin bergeser ke arah penyakit tidak menular, yang sebelumnya pada tahun 1990 didominasi oleh penyakit menular.” Lanjut Nila.

#2 BHN MK BAKOHUMAS 25 OKT 2016 komtarga

Transisi Epidemiologi. (gb: dok_kemenkes)

Sedangkan secara umum, sebanyak Rp.16,9 Triliun atau 29,67% Beban Jaminan Kesehatan terserap untuk membiayai penyakit tidak menular, dan Penyakit Jantung menjadi penyakit pertama dalam daftar penyakit tidak menular tersebut dengan mengambil porsi 13% dari total pembiayaan Beban Jaminan Kesehatan.

Untuk menanggulangi tantangan tersebut, Nila memaparkan bahwa Pemerintah memerlukan partisipasi masyarakat dalam akselerasi pembangunan kesehatan. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan terobosan atau kebijakan baru. Terobosan tersebut salah satunya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program Keluarga Sehat melalui pendekatan keluarga.

GERMAS
GERMAS dijelaskan oleh Nila, dilakukan sebagai penguatan upaya promotif dan preventif masyarakat. Tujuan GERMAS, antara lain: 1) Menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan; 2) Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; 3) Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan; 4) Penguatan sistem kesehatan melalui Pendekatan siklus hidup, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan berfokus pada pemerataan layanan. Sedangkan Prinsip GERMAS, yaitu 1) kerja sama multisektor; 2) Keseimbangan masyarakat, keluarga dan individu; dan 3) Pemberdayaan masyarakat;

Program Keluarga Sehat

Program Keluarga Sehat dijabarkan oleh Nila sebagai program yang dilaksanakan melalui pendekatan keluarga serta sama seperti GERMAS mengutamakan prinsip promotif dan preventif. Dalam implementasi Program Keluarga Sehat dirumuskan 12 indikator keluarga sehat sebagai ukuran tingkat kemajuan keluarga sehat di tiap keluarga. Indikator tersebut antara lain:

A Program Gizi, Kesehatan Ibu & Anak:
1 Keluarga mengikuti Keluarga Berencana
2 Ibu bersalin di fasilitas kesehatan
3 Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
4 Bayi diberi Air Susu Ibu eksklusif selama 6 bulan
5 Pertumbuhan balita dipantau tiap bulan
B Pengendalian Penyakit Menular & Tidak Menular:
6 Penderita Tuberkulosis Paru berobat sesuai standar
7 Penderita hipertensi berobat teratur
8 Gangguan jiwa berat tidak ditelantarkan
C Perilaku dan kesehatan lingkungan:
9 Tidak ada anggota keluarga yang merokok
10 Keluarga memiliki/memakai air bersih
11 Keluarga memiliki/memakai jamban sehat
12 Sekeluarga menjadi anggota JKN/askes

fir/kis