21
Okt

SDM Faktor Penentu Kemajuan Organisasi

Kepala BKN, Bima Haria Wibisana. (capture : Tim PBIP)

Jakarta – Humas BKN, Organisasi di bidang apa pun idelanya harus memiliki keinginan untuk terus berkembang dan berinovasi. Faktor penting penentunya tidak lain adalah aset manusianya. Ada satu kutipan dari Jim Collins berbunyi “Great Vision without Great People is irrelevant” dan ini berlaku untuk organisasi mana pun yang ingin terus berubah. Gagasan itu disampaikan Kepala BKN, Bima Haria Wibisana mengawali Webinar bertajuk Sistem Rekrutmen SDM yang diinisiasi oleh Pusat Pengkajian Manajemen Aparatur Sipil Negara (PPM ASN) BKN dengan menghadirkan narasumber dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Swasta, Rabu (21/10/20) ditayangkan langsung di Youtube BKN.

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis Sub Holding Upstream PT. Pertamina Hulu Energi, Lelin Eprianto. (capture: Tim PBIP)

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis Sub Holding Upstream PT. Pertamina Hulu Energi, Lelin Eprianto menyebutkan faktor utama kemajuan organisasi itu bukan terletak pada teknologi yang dibangun, tetapi pada faktor manusia di dalamnya. Ia mengatakan pentingnya memprediksi arah organisasi ke depan dan apa yang ingin dicapai organisasi. Menurutnya cita-cita organisasi yang jelas akan melahirkan ide kebutuhan pegawai seperti apa yang ideal untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan, sehingga membantu organisasi menemukan metode rekrutmen apa yang diperlukan untuk mendapatkan tipikal pegawai yang diinginkan.

General Manager HRD Transcorporation, Bambang Widiyanto. (capture: Tim PBIP)

Senada dengan Lelin, General Manager HRD Transcorporation, Bambang Widiyanto juga mengingatkan agar divisi Human Resource Departement (HRD) atau dalam konteks pemerintahan dikenal dengan sebutan Biro Kepegawaian/Biro SDM merencanakan betul-betul rencana rekrutmen pegawai, misalnya menetapkan tipikal SDM yang dapat terus berinovasi dan kreatif. Menurutnya, metode rekrutmen yang dilakukan harus sampai pada level menggali cara logika berpikir dan daya analisis dari seorang kandidat. Bambang juga menyebutkan soal rekam jejak digital yang menurutnya merupakan salah satu penentu apakah SDM yang direkrut itu akan baik bagi organisasi atau tidak, “Misalnya lakukan review kandidat melalui penggunaan media sosialnya karena itu juga dapat dijadikan pertimbangan untuk menelusuri tipikal mindset kandidat,” tambahnya.

Wakil Kepala BKN, Supranawa Yusuf. (capture: Tim PBIP)

Wakil Kepala BKN, Supranawa Yusuf mengapresiasi adanya acara ini untuk meningkatkan ilmu ASN pengelola SDM, baik di BKN dan seluruh Indonesia. Ia mengatakan bahwa meningkatkan kompetensi ASN dalam talent management menjadi sebuah keharusan dalam era saat ini, “Lakukan terus Inovasi untuk peningkatan dan pencapaian maksimal visi misi organisasi”, katanya sebagai closing remarks dalam acara. dey