08
Mei

Sebanyak 93 Pegawai Bappenas Jalani Uji Kompetensi Melalui Assessment Center BKN

Jakarta- Humas BKN, Sebanyak 93 pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjalani uji penilaian potensi dan kompetensi melalui Assessment Center Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Selasa (08/05/2018) di Kantor Pusat BKN Jakarta.

Yulina Setiawati Ningsih Nugroho selaku Asesor Utama pada Pusat Pengembangan Kompetensi (Puspenkom) BKN, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan profil kompetensi dan potensi pegawai. Profil kompetensi setidaknya dikelompokkan dalam 4 dimensi yaitu : kemampuan berpikir, kemampuan kerja (working), hubungan sosial (relating), dan wawasan kebangsaan. Sedangkan profil potensi dikelompokkan dalam 4 dimensi pula yaitu karakter, kapabilitas, sikap kerja, dan motivasi. “Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat menjadi masukan data tentang apa kelebihan, kekuatan, maupun kelemahan bagi setiap peserta. Data tersebut dapat menjadi referensi penyusunan program pengembangan SDM untuk menutup gap kompetensi yang dimiliki PNS karena sejatinya pengembangan kompetensi merupakan hak dari setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS)” ungkap Yulina saat membuka acara tersebut.

“sejatinya pengembangan kompetensi merupakan hak dari setiap PNS,” ungkap Yulina (dua dari kiri). (foto: don)

Uji kompetensi yang dilakukan Assessment Center BKN terdiri dari tes Psikometri menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN kemudian dilanjutkan dengan analisis kasus dan wawancara.

Christina Nailiu, selaku Kepala Bidang Pengembangan Standar Penilaian pada Puspenkom BKN menjelaskan secara teknis kegiatan ini akan dilaksanakan selama 2 hari dan terdiri dari 2 angkatan. Angkatan pertama sebanyak 50 peserta dan 43 peserta lainnya masuk pada angkatan kedua yang akan mengikuti tes pada Rabu (9/5/2018).

Dalam kesempatan yang sama Guspika, selaku Kepala Biro Sumber Daya Manusia mewakili Bappenas mengungkapkan melalui assesment ini diharapkan dapat diketahui potret kompetensi pegawai yang berguna bagi Bappenas dalam menguatkan peta organisasi. “Data dari hasil tes ini akan dipergunakan sebagai salah satu referensi kami dalam pengembangan SDM agar menjadi lebih baik ke depan,” imbuh Guspika. iin