22
Sep

Sejumlah K/L Mulai Selenggarakan TKD Berbasis CAT BKN

Jakarta-Humas BKN, Untuk penerimaan CPNS tahun 2014 ini, 65 kementerian/lembaga (K/L) menggunakan Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara (CAT BKN). Dari 65 K/L tersebut, Kementerian Kehutanan, Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla), Kementerian Perdagangan melaksanakan Tes Kompetensi Dasar (TKD) berbasis CAT BKN mulai Senin (22/9) ini. Informasi ini disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) Aris Windiyanto di ruang kerjanya di lantai 2 gedung II BKN Pusat Jakarta Jakarta, Senin (22/9).

arisw

Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen ASN Aris Windyanto (kiri) menyuguhkan penjelasan mengenai peran BKN dalam penerimaan CPNS

Lebih lanjut Aris Windiyanto menjelaskan bahwa 3300 pelamar CPNS Kementerian Kehutanan mengikuti TKD berbasis CAT BKN di BKN Pusat dan kantor-kantor regional (kanreg) BKN. Bakorkamla menjalankan TKD berbasis CAT BKN (mandiri) di Jakarta yang diikuti 5062 pelamar CPNS. Sementara, TKD berbasis CAT BKN (mandiri) yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan diikuiti 1801 pelamar CPNS. Ada pun pemerintah Provinsi Daerah Instansi Yogyakarta–sebagai salah satu instansi daerah yang menerima CPNS—mulai menggelar TKD berbasis CAT BKN (mandiri) pada Selasa, (23/9).

CAT.BKN11

Para pelamar CPNS (berdiri) menanyakan informasi pelaksanaan TKD CPNS berbasis CAT BKN kepada pantia tes

Diartikulasikan juga bahwa transparansi, obyektivitas, serta akuntabilitas merupakan kata kunci yang perlu diwujudkan dalam seleksi CPNS yang bersih tanpa KKN. Terkait hal ini, CAT BKN telah menyuguhkan bukti secara meyakinkan dalam ke semua aspek pelaksanaan tes CPNS. “Jika pada 2013 CAT BKN digunakan oleh 78 intansi pemerintah pemerintah pusat dan daerah, kini CAT BKN dimanfaatkan oleh 387 instansi pemerintah pusat dan daerah,”ujarnya.

Diungkapkan pula bahwa melalui pemanfaatan CAT yang merupakan produk BKN ini, para peserta menjawab soal secara mudah dalam memilih jawaban yang benar dengan mengklik mouse.“Karena penghitungan nilai (skor) peserta dilakukan oleh komputer secara akurat, hasil tes bersifat obyektif dan tidak dapat diubah-ubah,” pungkas Aris Windiyanto. (aman-dini-kiswanto)