27
Jul

Seleksi Berbasis Komputer, Upaya Meminimalisir Subyektifitas

IMGL8029

Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen (PPSR) BKN Bajoe Loedi Hargono (tengah) saat memberi sambutan kepada 174 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN) untuk mengikuti simulasi tes kompetensi dasar dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN di station CAT, Rabu (27/07/16). (Kis)

Jakarta-Humas BKN, Seleksi berbasis komputer merupakan salah satu upaya untuk menghilangkan subyektifitas dalam seleksi dan mengedepankan objektifitas. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen (PPSR) BKN Bajoe Loedi Hargono di CAT Station saat menyambut 174 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN) untuk mengikuti simulasi tes kompetensi dasar dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN, Rabu (27/07/16). Dengan adanya seleksi menggunakan CAT BKN ini, Kepala Pusat PPSR menambahkan bahwa tidak ada lagi pertimbangan lolosnya seleksi berdasarkan subyektifitas, seperti kenal dengan walikota atau dengan pejabat lainnya.

Lebih lanjut Kepala Pusat PPSR menjelaskan bahwa kedepan, setiap ASN akan melalui tahapan seleksi tes untuk mendapatkan sertifikasi jabatan profesi, misalnya guru, harus ada tes untuk duduk sebagai jabatan profesi guru. Selain itu Kepala Pusat PPSR juga menginformasikan bahwa sebagaimana amanat Undang-Undang ASN untuk peningkatan kompetensi PNS, saat ini BKN dan LAN sedang menjajaki pelaksanaan pendidikan atau diklat berbasis komputer. “Sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) No.5 Tahun 2014 seluruh calon PNS wajib mengikuti tes kompetensi dasar menggunakan CAT,” ujar Bajoe Loedi Hargono.

IMGL8038

Para Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN). (Kis)

Sementara itu, Wakil I Bidang Akademik STIP-AN Dr. Sofyan Safari Hamim, M.Si, mengharapkan para mahasiswa yang mengikuti tes simulasi ini dapat mengikuti simulasi tes dengan serius. “Kalian harus serius mengikuti tes simulasi ini, karena tes semacam ini merupakan pintu awal untuk menjadi pegawai negeri sipil. Hati dan jiwa kalian harus disini dan berkonsentrasi karena setiap kesempatan tidak akan datang dua kali,” ujar Sofyan. Sofyan menambahkan bahwasannya simulasi tes kompetensi dasar ini sudah dimasukkan ke dalam kalender akademik STIP-AN.

Sebelum tes simulasi dilakukan, mahasiswa STIP-AN juga mendapatkan pengarahan mengenai keberhasilan-keberhaslian BKN dalam manajemen kepegawaian yang disampaikan oleh Kepala Bagian Hubungan Media dan Pengaduan Masyarakat, Herman, S.Sos, M.Si. Serta pemaparan materi berkaitan dengan Computer Assisted Test (CAT) BKN oleh Dra. Heri Susilowati, MM selaku Kepala Bidang Fasilitasi Penyelenggaraan Seleksi.

Para mahasiwa yang mengikuti tes simulasi ini dibagi menjadi dua gelombang, dengan durasi  tes masing-masing 60 menit setiap gelombangnya. Simulasi tes kemampuan dasar yang diikuti oleh Mahasiswa STIP-AN ini merupakan kali kedua dimana simulasi tes yang pertama telah dilaksanakan pada tahun 2015. Adapun mahasiswa yang berpartisipasi pada simulasi kali ini terdiri dari enam kelas yang masing-masing berasal dari Kabupaten Paniai, Kabupaten Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya, Kabupaten Nias, Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Yahukimo. fhu/apr(m)/fis(m)