29
Sep

Semangat Sosok Pengungsi Gunung Agung Ikuti SKD CAT Kemenkumham

dps

Peserta Seleksi Kompetensi Dasar kualifikasi SMA dalam penerimaan CPNS Kemenkumham I Nyoman Upadana, pria asal Desa Subagan, Karangasem.

Denpasar-Humas BKN, Gunung Agung yang sejak Jumat lalu (22/09) dinyatakan berstatus AWAS, mengakibatkan penduduk dalam radius 12 Kilometer dari Gunung Agung harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun demikian, banyak warga di Kabupaten Karangasem yang sudah mengungsi sebagai antisipasi terjadinya erupsi Gunung Agung. Termasuk I Nyoman Upadana, pria asal Desa Subagan, Karangasem.

Meski dalam kondisi yang tengah menghadapi bencana, namun semangat I Nyoman Upadana untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar kualifikasi SMA dalam penerimaan CPNS Kemenkumham cukup tinggi. Ditanya mengenai pengalamannya mengikuti ujian CPNS untuk pertama kalinya, pria yang baru saja menikah ini mengungkapkan dirinya tetap semangat meskipun saat ini gagal. “Saya ikut tes ini bersamaan dengan adanya bencana Gunung Agung serta harus mengikuti upacara pernikahan di rumah. Namun saya harus tetap melewati dengan tabah dan tetap semangat, meski gagal untuk saat ini,” katanya.

Ditambahkan, persiapan menghadapi ujian CAT juga tidak bisa maksimal. “Persiapannya tidak ada sama sekali. Selain tidak sempat belajar, baju untuk ujian saya tidak tahu, baju biasa saya pakai sekarang. Beruntung tadi ada peserta di sesi sebelumnya yang mau meminjamkan bajunya.”

I Nyoman Upadana yang meraih nilai total 285 dalam SKD CAT ini mengaku tidak mengalami banyak kendala dalam menjawab soal ujian, namun ia merasa kemampuannya masih kurang. Ditanya tentang keikutsertaannya dalam ujian CPNS selanjutnya, ia pun menjawab masih belum tahu.

Sementara itu, terkait banyaknya informasi tentang kondisi Gunung Agung, I Nyoman Upadana menegaskan saat ini masih aman dan kondusif. “Gunung Agung saat ini masih aman. Tidak seperti yang diberitakan di banyak media sosial bahwa sudah terjadi erupsi dan keluar awan panas. Hanya terjadi gempa yang masih dalam skala kecil.” (IRN)