17
Feb

Sesma BKN Lepas 6 Pegawai Memasuki Masa Pensiun

1935890_736791556452476_2428255965469650654_n

Sekretaris Utama (Sesma) BKN, Usman Gumanti melepas enam pegawai yang akan memasuki masa pensiun per Maret 2016 di Ruang Data, Gedung I lantai 2, Kantor Pusat BKN pada Rabu (17/2/2016) . (foto:kis)

Jakarta-Humas BKN, Sekretaris Utama (Sesma) BKN, Usman Gumanti melepas enam pegawai yang akan memasuki masa pensiun per Maret 2016. Keenam pegawai tersebut yakni  Sumalludin Pasaribu Analis Kepegawaian Penyelia pada Direktorat Arsip Kepegawaian I, Ganda Sutisna Pengelola Kearsipan pada Direktorat Arsip Kepegawaian II, Marno Pengelola Kearsipan pada Direktorat Arsip Kepegawaian II, Nono Suharsono Pengadministrasi Persuratan pada Biro Umum, Arifin pengadministrasi Persuratan pada Direktorat Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian, Tomu Sihaloho Pengelola Kearsipan pada Direktrat Arsip Kepegawaian I. Acara pelepasan diselenggarakan pada Rabu (17/2/2016) di Ruang Data, Gedung I lantai 2, Kantor Pusat BKN.

Dalam sambutannya Sekretaris Utama (Sesma) BKN menjelaskan saat seorang pegawai memasuki masa pensiun maka ia akan kembali memasuki periode di mana ia memiliki kedaulatan untuk menentukan sendiri apa yang akan dilakukan. “Ada tiga fase kehidupan yang dijalani seorang pegawai di BKN ini. Pertama fase saat menjadi calon pegawai (CPNS). Di masa ini seorang pegawai masih berdaulat penuh atas dirinya. Setiap CPNS memiliki kekuasaan untuk bersikap sesuai dengan keinginannya. Kemudian fase kedua. Fase ini dialami oleh seorang pegawai yang sudah berstatus pegawai tetap atau PNS. Pada masa ini, seorang pegawai memiliki batasan dalam mengerjakan apa yang dia inginkan. Dia terikat pada peraturan-peraturan di tempat ia bekerja, sehingga tidak bisa berbuat semaunya. Dengan kondisi itu, maka berarti seorang pegawai tidak lagi berdaulat penuh atas dirinya. Selanjutnya fase ketiga, terjadi pada saat seorang pegawai memasuki masa pensiun. Di masa ini ia akan kembali memperoleh kedaulatan atas dirinya, seperti saat menjadi CPNS dahulu,” jelas Sesma.

Di masa pensiun, sambung Sesma, seorang pegawai berpeluang melakukan aktivitas sosial dan spiritual lebih leluasa. “Di masa pensiun, kita dapat menikmati waktu bersama keluarga semakin leluasa. Demikian juga waktu untuk melakukan aktivitas sosial dan spiritual. Selain itu yang juga penting untuk mendapat perhatian adalah masalah kesehatan. Pada usia yang semakin senja, kesehatan juga harus semakin diperhatikan,” jelas Sesma.

Pada kesempatan itu, salah satu pegawai calon pensiunan, Nono, mewakili calon pensiunan yang lain menyampaikan rasa terimakasih kepada pimpinan atas pembinaan dan bimbingan yang mereka peroleh selama menjadi pegawai. Nono juga menyampaikan permintaan maaf jika selama menjadi pegawai ada perbuatan salah baik yang disengaja maupun tidak. dep