19
Okt

“Sesuaikan Pengelolaan Public Trust dengan Perkembangan Zaman”

Jakarta-Humas BKN, Pada Rabu (18/10/2017), para Sekjen dan Kepala Humas seluruh K/L dan BUMN mendapat arahan dari Presiden RI Joko Widodo, di Istana Bogor. Pada kesempatan itu hadir Sekretaris Utama BKN, Usman Gumanti dan Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan.

Dalam arahannya Presiden mengatakan dunia telah berubah sedemikian cepat seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang mengubah cara bekerja dan berpikir melalui IA, robotic, space-x dan juga medsos. ”Hal tersebut membuat pengelolaan persepsi publik dan public trust harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Para pejabat harus berhati-hati dalam memberikan pernyataan kepada publik,” jelas Presiden.

Pengelolaan persepsi publik dan public trust harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. (dok. setneg.go.id)

Pada kesempatan itu Presiden juga mengarahkan Kementerian/Lembaga ( K/L) untuk terus aktif memberitakan hal positif dan capaian kerja yang telah dihasilkan Pemerintah. “Konten berita tidak perlu dibuat formal. Buatlah yang tidak rumit tapi menarik dan kekinian. Misalnya dengan membuat vlog yang santai tapi penuh dengan pesan kepada publik,” jelasnya. “Aktifkan seluruh pegawai sebagai humas K/L masing-masing sesuai dengan fungsinya. Mereka dapat dijadikan juga sebagai pasukan medsos Pemerintah untuk membangun public trust. Bangun komunikasi yang positif dan penuh harapan kepada masyarakat sehingga timbul optimisme” ungkap Presiden.

Di bagian lain, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara pada acara itu juga memaparkan sejumlah hal, di antaranya K/L dan BUMN diarahkan untuk memanfaatkan Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) sebagai metode pemberitaan manajemen isu strategis Pemerintah. Menteri dapat turun langsung memberitakan keterangan yang nantinya akan diviralkan oleh Kominfo, KSP dan Tim Komunikasi Pemerintah. “K/L perlu menunjuk salah satu pejabatnya sebagai juru bicara dalam menghadapi publik dan pers,” jelas Menkominfo
Sementara itu staf khusus Presiden, Ari Dwipayana mengarahkan K/L agar membuat situation room / crisis center yang memonitor setiap hari perkembangan berita media cetak maupun media sosial. “K/L perlu lebih kreatif lagi dalam menyampaikan berita, dengan meninggalkan pesan yang mendalam kepada publik”. mr/dep