24
Okt

SKD CPNS 2017, CAT BKN Pertama Kali Digunakan Secara Masif

Ruangan tes di Maria Convention Hall Jakarta. (foto: dok.Humas)

Jakarta-Humas BKN, Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2017 dengan metode Computer Assissted Test (CAT BKN) tergolong massif. Dari pantauan Humas BKN, mulai Senin (17/10/2017) pelaksanaan SKD mandiri dengan CAT BKN pada dua titik yaitu Grand Mangaraja Ball Room dan Maria Convention Hall Jakarta saja diikuti ribuan peserta.

Pada Maria Convention Hall dijadwalkan perhari berlangsung SKD lima hingga enam sesi. Dalam pelaksanaanya persesi  mencapai seribu peserta. Sehingga perhari SKD dengan CAT BKN pada  Maria Convention Hall diperkirakan mencapai 5.000 hingga 6.000 peserta. Sementara pada titik lainnya, Grand Mangaraja Ball Room, dijadwalkan perhari berlangsung SKD lima hingga enam sesi juga. Yang berbeda adalah pada kuota kapasitas peserta. Pada Grand Mangaraja Ball Room kuota persesi hanya terjadwal 900 orang peserta. Sehingga dalam sehari  SKD dengan CAT BKN pada Grand Mangaraja Ball Room diperkirakan mencapai 4.500 hingga 5.400 peserta. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan pada dua titik saja yaitu pada Grand Mangaraja Ball Room dan Maria Convention Hall Jakarta, peserta SKD dengan CAT BKN dapat mencapai 9.500 hingga 11.500 peserta perhari.

Pelaksanaan SKD secara massif dengan CAT BKN pada kedua titik tersebut diperkirakan akan berlangsung selama 10 hari kerja. Sehingga jumlah peserta SKD diperkirakan dapat mencapai  95.000 hingga 115.000 peserta.

 

Tragedi SKD Dini Hari

Merujuk pada pernyataan Kepala BKN Eko Sutrisno pada penggunaan seleksi CPNS tahun 2013 bahwa CAT memang tidak didesain untuk pelaksanaan tes secara massal dan massif. Pernyataan tersebut disampaikan Eko Sutrisno pada Rapat Panitia Pengadaan CPNS Nasional Tahun 2013, di Jakarta, Rabu (17/07/2013).

Kepala BKN Periode 2012-2015 Eko Sutrisno dikerumuni para wartawan.(foto: dok.Humas)

Namun seiring tuntutan kebutuhan saat ini yakni animo pelamar CPNS yang sangat tinggi dan waktu yang singkat, CAT BKN bertransformasi untuk mengakomodir kebutuhan tes yang diikuti oleh puluhan ribu peserta secara massif.

Layaknya seorang anak yang belajar berlari, tentu transformasi CAT BKN menuju massif tersebut tidak berjalan dengan sempurna. Seperti yang terjadi pada awal pelaksanaan SKD dengan CAT BKN di Grand Mangaraja Ball Room dan Maria Convention Hall Jakarta. Pada lokasi tersebut pelaksanaan SKD delay hingga dini hari disebabkan infrastruktur metode CAT yang masih melakukan penyesuaian. Selain infrastruktur, mobilisasi peserta juga menjadi tantangan.

Namun atas kerja keras dan komitmen semua pihak tantangan tersebut dapat diatasi dengan baik hingga berita ini diturunkan. Bal