16
Nov

Sosialisasi P4GN, Indonesia Darurat Narkoba, Pencegahan dan Pemberantasannya Tanggung Jawab Bersama

IMGL7370

Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat (Linjamas) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Ricky Yanuarfi selaku pembicara pada acara Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lingkungan Kerja dalam rangka HUT ke-45 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di lingkungan BKN, Rabu (16/11/2016). (foto : Sugeng)

Jakarta-Humas BKN, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sudah darurat narkoba, namun masyarakat seperti tidak menyikapinya sebagaimana darurat bencana ataupun darurat terorisme. Padahal ancaman dan bahaya yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba sangat besar. Oleh karena itu, perlu kesadaran dan kewaspadaan kita semua akan bahaya narkoba, dimana saat ini ada sekitar 12 ribu anak bangsa yang meninggal setiap tahunnya. Hal tersebut disampaikan oleh Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat (Linjamas) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Ricky Yanuarfi selaku pembicara pada acara Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lingkungan Kerja dalam rangka HUT ke-45 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di lingkungan BKN, Rabu (16/11/2016).

Lebih lanjut Ricky menjelaskan bahwa dampak Narkoba bukan hanya kepada pemakai saja, namun hal ini akan juga berdampak pada sosial kemasyarakatan. “seseorang yang sudah kecanduan Narkoba akan menjadi monster di keluarganya dan akan sangat menakutkan, karena bukan hanya dirinya sendiri yang rusak, tetapi merusak tatanan sosial,” ujar Ricky. Ricky menambahkan bahwa siapa saja yang kecanduan narkoba, akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang demi membeli Narkoba yang dibutuhkan dan hal ini memunculkan sifat baru yakni sifat suka mencuri.

Untuk menjaga agar kita dan keluarga serta masyarakat terhindar akan bahaya narkoba, Ricky menyarankan terus menerus memantau anggota keluarga terutama anak, karena anak merupakan investasi tak ternilai, dan apabila sudah terkena narkoba tentunya akan habis smua harapan itu. Ricky menambahkan bahwa meskipun kecanduan bisa diobati, namun proses pemulihan yang dilakukan adalah susah karena kerusakan yang ditimbulkan adalah permanen di otak manusia. Ricky berpesan bahwa pengawasan keluarga terutama pada anak saat ini sangat berbeda dengan jaman dulu. Hal ini dikarenakan globalisasi serta informasi yang berkembang juga diiringi dengan ancaman tersebarnya narkoba dilingkungan kita.

Peran serta semua pihak sangat diharapkan, sebagaimana tertuang dalam undang-undang nomor  35 tahun 2009  tentang Narkotika, yakni tertuang pada Pasal 104 dan Pasal 105, dimana Masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Adapun pada pasal 105, disebutkan bahwa Masyarakat mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

IMGL7350

Sekretaris Dewan Pembina Korpri Budi Yuwono. (Foto: Sugeng)

Acara yang dibuka oleh Sekretaris Dewan Pembina Korpri Budi Yuwono ini diikuti oleh 100 JPT dan Administrator di lingkungan BKN. Selain mendengarkan pemaparan, peserta sosialisasi juga melakukan test narkoba yang langsung dibawah pengawasan BNN. fhu