20
Jul

Talent Pool JPT Sebagai Upaya Perkaya Profil Potensi dan Kompetensi Individu JPT PNS

DSC_0041

Rapat Koordinasi Penilaian Potensi dan Kompetensi (Persiapan Pelaksanaan Talent Pool JPT  Tahun 2016), Selasa (19/7/2016). (Kis/Mia)

Jakarta-Humas BKN, Setelah pelaksanaan Talent Pool JPT pada tahun pertama 2015 sukses terlaksana, kembali Pusat Penilaian Kompetensi  (Puspenkom) ASN BKN akan kembali melaksanakan program Talent Pool JPT yang kedua di tahun 2016. Dalam upaya mempersiapkan hal itu, Puspenkom ASN BKN menggelar Rapat Koordinasi Penilaian Potensi dan Kompetensi (Talent Pool JPT tahun 2016), Selasa (19/7/2016).

Dalam pengarahannya, Kepala BKN Bima Haria Wibisana menyampaikan bahwa proses talent pool ini sebagai upaya untuk memperkaya sistem informasi manajemen kepegawaian secara nasional dengan pendekatan profil individu melalui sistem assessment. Kepala BKN menambahkan bahwa pelaksanaan e-PUPNS yang telah dilakukan oleh BKN pada 2015 menjadi sumber data dalam melihat kompetensi dan profisiensi individu PNS berdasarkan latar belakang pendidikan dan juga pendidikan dan pelatihan yang telah diperoleh.  Adapun pelaksanaan talent pool sendiri adalah deteksi individu melalui proses assessment untuk menggali sisi potensi dan kompetensi  para peserta. Hasil yang diperoleh akan menjadi individual profile PNS selain dapat dimanfaatkan instansi atau daerah masing-masing untuk perkembangan baik individu yang bersangkutan maupun untuk organisasi.

Pada pelaksanaan talent pool ini, Kepala BKN berharap akan adanya data yang lengkap terkait potensi dan kompetensi JPT pada masing-masing cluster (total ada 9 cluster) disamping juga adanya peng-cluster-an jabatan yang ada. “Dengan adanya data yang lengkap, kita bisa menjawab kebutuhan SDM tertentu sesuai dengan proxy yang ada. Disamping itu, dengan adanya data, seseorang dapat ditentukan career pipeline-nya,” tambah Kepala BKN. Kepala BKN juga menegaskan bahwa dengan adanya data dari talent pool ini, diharapkan kedepan penunjukkan pegawai bukan hanya mengandalkan keberuntungan pada sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), namun berdasarkan transparansi dan objectivitas. “Semakin predictable, semakin akuntabel dan semakin transparan, bukan lagi mengandalkan keberuntungan pada Baperjakat. Lebih transparan, objektif dan akuntabel untuk proses perkembangan PNS,” Tandas Kepala BKN.

Sementara itu, dalam laporan pelaksanaan Rakor ini, Kepala Bagian Pengembangan Standar Kompetensi Puspenkom ASN BKN Paryono menyampaikan bahwa Talent Pool JPT merupakan upaya pelaksanaan Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara terkait pembinaan dan penyelenggaraan Assessment Center. Acara ini juga sebagai sarana pembentukan pemahaman bersama akan pentingnya pelaksanaan talent pool. Untuk pelaksanaan Talent Pool JPT  tahun kedua ini, direncanakan diikuti oleh 1300 peserta yang terbagi ke dalam delapan tahap. Tahap pertama akan dilaksanakan pada 1 Agustus 2016 di Pusat Pengembangan ASN BKN di Ciawi.

Rakor yang dilaksanakan di Aula Kantor Pusat BKN ini diikuti oleh 43 peserta mewakili instansi pusat dan daerah yang ikut serta mengirimkan JPT dalam pelaksanaan Talent Pool JPT 2016 serta para pejabat di lingkungan Kantor Pusat dan Kantor Regional BKN. Para peserta Rakor berkesempatan mendapatkan penjelasan panel tentang Pentingnya Talent Pool dalam Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi yang disampaikan oleh Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian BKN, Yulina Setiawati Nugroho dan oleh Komisioner  Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Waluyo dengan moderator Kepala Bagian Pengembangan Standar Kompetensi Puspenkom ASN BKN Paryono. fhu/fis(m)/apr(m)