14
Sep

Tekankan Tiga Tahapan Pengelolaan Anggaran, BKN Kembali Raih WTP Dua Belas Tahun Berturut-Turut

doc humas

Jakarta – Humas BKN, Di tengah perjuangan Negara menghadapi pandemi, Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali mempertahankan capaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pelaporan keuangan Negara selama 12 tahun berturut-turut. Pemberian apresiasi ini disampaikan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani pada puncak acara Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2021 melalui video conferance, Selasa (14/09/2021).

Kembali berkomitmen untuk memperoleh pengelolaan anggaran yang lebih baik, Plt. Kepala BKN Bima Haria Wibisana menekankan tiga tahapan. Tahapan pertama yakni perencanaan, eksekusi dan administrasi. ‚ÄúTahapan perencanaan harus memiliki tujuan, maksimal dan menghasilkan Quality Spending, artinya bahwa satu alokasi anggaran harus dapat digunakan untuk menghasilkan target yang berkualitas, terkoordinasi dan terorganisasi,” terangnya. Pada tahap ini, perencanaan yang baik akan berpengaruh pada eksekusi. Tahapan yang kedua yakni eksekusi, pada tahap ini harus didesain dengan logis dan efisien serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan pengurangan kemiskinan. Terakhir, tahapan administrasi. Pada tahapan ini, pelaksanaan realisasi harus dijalankan dengan tertib dan benar.

Selanjutnya, Kepala Biro Keuangan BKN Wahyu juga menjelaskan bahwa BKN berhasil memenuhi refocusing anggaran sebanyak empat kali, dengan total anggaran recofusing sebesar 50,7 Milyar. Saat ini, BKN melalui Biro Keuangan, Biro Perencanaan dan Organisasi sedang refocusing untuk bahan usulan kenaikan Tunjangan Kinerja (Tunkin), yaitu atas belanja barang, belanja modal dan belanja pegawai, terhimpun sebanyak 26,8 Milyar.

Kepala Biro Keuangan BKN Wahyu

Dalam arahan secara daring tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengapresiasi transparansi dan komitmen K/L/D untuk senantiasa mengelola anggaran pendapatan dan belanja dengan akuntabel dan kredibel, salah satunya melalui Pelaporan Keuangan dan mendapat capaian opini terbaik dari Badan Pemeriksa Keuangan. nsp