20
Feb

Teknologi Informasi Dukung Akurasi Dalam Pelaksanaan Kerja

Ciawi-Humas BKN, Teknologi informasi mampu membantu PNS dalam melakukan identifikasi masalah, memproses, hingga mengeksekusi pelaksanaan kerja secara tepat. Jadi, pendekatan bekerja secara konservatif harus sudah kita tinggalkan”. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana saat memberikan arahan pada acara Pembukaan Program Pengembangan, Pusat Pengembangan Aparatur Sipil Negara (Pusbang ASN) BKN, pada kalender Tahun 2018 di Gedung Raden Panji Soeroso, Pusbang ASN BKN, Selasa (20/2/2018) di Ciawi, Bogor.

Kepada peserta yang hadir Bima mencontohkan kisah dalam serial televisi bergenre kriminal dan aksi polisi asal Amerika Serikat seperti Naval Criminal Investigative Service (N.C.I.S), S.W.A.T, Hawaii Five-O, serta CSI Miami, yang mengisahkan tentang konsep pelaksanaan kerja yang semestinya diterapkan di masa sekarang. Bima mencontohkan, Agent Gibbs -yang merupakan pemimpin di grup polisi pada serial N.C.I.S- dan timnya yang bekerja dengan bantuan teknologi informasi untuk membuat alur cerita guna memecahkan misteri pembunuhan. “Mereka tidak lagi bekerja secara konvensional seperti polisi-polisi sebelumnya, yang selalu menghabiskan waktu di tempat kejadian perkara. Mereka menggunakan teknologi informasi agar pekerjaan yang mereka hasilkan menjadi lebih akurat,” tambah Bima di hadapan para peserta yang berasal dari lingkup BKN dan perwakilan instansi Pemerintah Pusat dan daerah.

Selain memberikan arahan pada acara tersebut, Kepala BKN juga membuka Pelatihan Teknis Orientasi Persiapan Pensiun. Di hadapan peserta pelatihan tersebut Bima mengatakan ada sekian banyak kegiatan yang dapat dipilih untuk menjalani masa pensiun seperti membuka usaha atau bisnis di sektor waralaba. “Proses bisnis yang berjalan di sektor waralaba sudah sedemikian rapi, tidak ada salahnya untuk dicoba. Namun, yang terpenting, ketika Bapak Ibu ingin memulai bisnis, persiapkan mental terlebih dahulu, kemudian lawan rasa gengsi yang kerap menjadi penghalang untuk maju”, tutup Bima. ber