23
Agst

The World Has Gone Mobile, Humas Pemerintah Harus Adaptif

Peserta sesi kedua pelatihan berfoto bersama pemateri. (foto dok. Facebook Indonesia)

Peserta sesi kedua pelatihan berfoto bersama pemateri. (foto dok. Facebook Indonesia)

Jakarta – Humas BKN, Public Policy Outreach Manager Asia-Pasific Facebook, Roy Tan, mengatakan pihaknya siap mendukung penyebarluasan informasi yang dilakukan Humas Pemerintah Indonesia, salah satunya dengan telah dikembangkannya platform bisnis Facebook yang lebih memudahkan pengguna, khususnya pengelola akun milik Pemerintah.

“Humas Pemerintah hanya perlu untuk selalu kreatif dalam menyediakan konten dan informasi. Dengan begitu, tingkat partisipasi dan kepuasan masyarakat akan informasi yang disajikan melalui platform social media kami menjadi tinggi,” ujar Roy saat menjadi Pembicara pada Pelatihan Pengelolaan Media Sosial yang diadakan oleh Kantor Staf Presiden di Kantor Facebook, Jakarta, Selasa (21/8/2017). Sebanyak empat praktisi Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga berkesempatan mengikuti pelatihan tersebut.

Selain itu, Roy mengingatkan Humas Pemerintah agar aware terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat saat ini. “Sebanyak 99,99% masyarakat dunia, termasuk Indonesia, saat ini melakukan segala aktivitas melalui mobile, seperti belanja, mencaari informasi, menonton video, dan lain-lain. The world has gone mobile, jadi saya harap, segala konten dan informasi yang disajikan, termasuk yang disajikan Humas Pemerintah perlu disesuaikan/adaptif dengan kebutuhan mobile, bukan desktop maupun laptop,” imbuh Roy.

Di acara yang sama, pembicara lain dalam acara tersebut, Michael, yang saat ini bekerja di Facebook Head Quarters, California mengatakan Facebook juga memiliki komitmen pada  isu security dan privacy. “Hoax menjadi ancaman dan isu terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini. Untuk itu, kami berkerja keras, bersama dengan orang-orang yang memiliki kompetensi untuk (menangani) itu,” jelas Michael.

“Saat ini kami bekerja dengan komunitas yang tersebar hampir di 60 (enam puluh) negara. Namun, akan sangat membantu, jika Pemerintah Indonesia mau bergabung dan bekerja sama dengan kami, untuk mengatasi isu-isu negatif,” tandasnya. win/dik/fir/ber.