29
Sep

Tingkatkan Kompetensi Literasi Digital ASN Lewat Perpustakaan Elektronik

Materi Focus Group Discussion (FGD) Perpustakaan Elektronik. (Tangkapan Layar Zoom)

Jakarta – Humas BKN, Pentingnya meningkatkan pengetahuan seputar literasi kepegawaian mendorong Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama, untuk menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perpustakaan Elektronik dengan topik “Mewujudkan Perpustakaan Elektronik Instansi Pemerintah yang Efektif Memperkaya Pengetahuan ASN” pada Selasa (29/9/2020) secara virtual, dengan menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Direktur Infrastruktur Teknologi Informasi BKN, Mohammad Ridwan dan Kepala Pusat Bibliografi dan Pengelolaan Bahan Perpustakaan Perpusnas RI, Suharyanto.

Kepala Bagian Publikasi dan Hubungan Media, Diah Eka Palupi menyampaikan tujuan FGD ini dilakukan sebagai batu loncatan pertama dari program pengembangan perpustakaan yang saat ini dilakukan secara offline dan nantinya akan diubah secara elektronik, serta menjadi gambaran awal rencana pengalihan perpustakaan BKN menjadi basis digital.

Kepala Pusat Bibliografi dan Pengelolaan Bahan Perpustakaan Perpusnas RI, Suharyanto. (Tangkapan Layar Zoom)

Dalam diskusi tersebut, Suharyanto menyebutkan sebanyak 70% orang menghabiskan waktu dengan smartphone-nya selama masa pandemi. Menurutnya tren tersebut secara tidak langsung menuntut ASN untuk menguasai literasi digital, mengingat tantangan yang dihadapi adalah masyarakat yang semakin digital native dan bergantung dengan kemudahan yang ditawarkan oleh perkembangan dunia digital yang serba cepat. Untuk itu Ia menyambut baik adanya rencana pembangunan perspustakaan elektronik di BKN. “Ada dua aspek penting yang perlu dimatangkan dalam membangun perpustakaan elektronik, yakni dari aspek pengelolaannya (termasuk SDM Pustakawan), dan aspek infrastrukturnya,” terangnya.

Dari aspek kesiapan sarana dukungan teknologinya, Direktur Infrastruktur Teknologi dan Informasi BKN, Mohammad Ridwan mengungkapkan pentingnya konsep perencanaan perpustakaan elektronik yang mudah diakses dan memadai dari segi teknologi. Menurutnya pembangunan perpustakaan elektronik di BKN perlu didasari rencana jumlah kapasitas server dan storage yang sesuai dengan ruang lingkup (jenis koleksi dan tema koleksi), dan jumlah koleksi perpustakaan.

Ridwan juga mengatakan perpustakaan elektronik idealnya dapat diakses secara mudah, dapat digunakan oleh siapapun, kapan pun dan di manapun sehingga jumlah literasi perpustakaan dan literasi informasi meningkat. “Perpusnas RI juga membuka lebar kesempatan kerja sama antar instansi, khususnya BKN, terutama mengenai kesiapan infrastruktur teknologi dan informasi supaya memudahkan akses perpustakaan elektronik BKN ke depannya,” imbuhnya. mia