18
Des

Tingkatkan Kompetensi Pegawai dalam Pengkajian dan Penelitian, BKN Gandeng LIPI

Jakarta-Humas BKN, Untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam melakukan pengkajian dan penelitian isu-isu kepegawaian, Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian (Puskalitpeg) BKN mengadakan Workshop Teknik Survei dan Analisis Data di Kantor BKN Pusat pada Selasa – Rabu (17-18 Desember 2019). Workshop ini diikuti oleh 22 pegawai perwakilan dari berbagai unit kerja di lingkungan BKN.

“Tahun 2020 akan menjadi tonggak dimulainya pengkajian dan penelitian setiap unit kerja di BKN”. Hal ini disampaikan oleh Kepala Puskalitpeg Hardianawati dalam sambutan pembukaan workshop. “Riset merupakan acuan penting dalam membuat suatu keputusan atas permasalahan yang dihadapi dan dijadikan landasan dalam membuat kebijakan organisasi,” ungkapnya. Hardianawati mengatakan, dengan diadakannya workshop ini, Puskalitpeg ke depan diharapkan dapat lebih berkontribusi dalam mendorong lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) BKN yang mumpuni dalam bidang pengkajian dan penelitian. “Ke depan, BKN akan berkolaborasi dengan akademisi dari berbagai universitas negeri seperti Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gajah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Indonesia dan universitas lainnya dalam pelaksanaan penelitian”, ujar Hardianawati.

“Peneliti yang baik adalah ia yang tahu gagasan, menunjukkan gagasannya dan menjalankan gagasannya itu”, imbau Syafuan.

Dengan mengundang Peneliti Ahli Utama pada Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syafuan Rozi Soebhan, workshop yang diadakan untuk kali pertama ini merupakan suatu terobosan unit Puskalitpeg dalam meningkatkan sinergitas antarunit untuk mampu membentuk teamwork dalam membuat perubahan-perubahan baru di bidang kepegawaian dengan melakukan pengkajian dan penelitian khususnya menggunakan teknik survei. Penelitian menggunakan survei, menurut Syafuan, bertujuan untuk mencapai generalisasi dan juga membuat prediksi. Dengan pola berulang pada teknik survei, peneliti akan mampu membaca tren sekarang dan tren mendatang.

Syafuan melanjutkan untuk menjadi seorang peneliti di bidang kepegawaian, hendaknya pegawai BKN memiliki passion menulis yang tinggi. “Peneliti yang baik adalah ia yang tahu gagasan, menunjukkan gagasannya dan menjalankan gagasannya itu”, imbau Syafuan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan mempelajari teknik survei dan analisis data, unit kerja akan dapat melakukan survei yang tepat dalam penelitian atas sebuah permasalahan. “Penelitian yang baik akan menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi referensi untuk pengambilan kebijakan yang tepat, didasarkan pada data riil di lapangan”, tegas Syafuan. Penelitian yang tidak menggunakan data lapangan akan menghasilkan penelitian yang bersifat imajinatif dan kesimpulan yang normatif semata.

Di hari kedua, peserta dibagi menjadi 5 (lima) tim. Mereka ditantang untuk mampu membuat pertanyaan survei dan menganalisis data hasil survei dari isu yang dipilih dengan menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Nantinya peserta yang mengikuti workshop ini diimbau untuk dapat melakuan transfer knowledge kepada unit kerjanya. rat