03
Nov

Transformasi Pusbang ASN BKN Menuju Talent Development Center

IMGL6114 copy

Foto Bersama Kepala BKN dengan Peserta Rakor Pengembangan (Foto:Kis)

Ciawi-Humas BKN, Tuntutan untuk menjadikan ASN  lebih Inovatif, adaptif, progresif, dan  lebih bisa melayani publik semakin dirasakan. Kebutuhan untuk merubah dan mengembangkan itu menjadi hal yang krusial. Hasil pelaksanaan talent pool yang dilakukan pada tahun 2015 dan 2016 telah memberikan gambaran tentang potensi dan kompetensi yang dimiliki para Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan memerlukan intervensi-intervensi untuk pengembangannya. Oleh karenanya, Pusat Pengembangan Aparatur Sipil Negara (Pusbang ASN) BKN berupaya mengawali dan bertransformasi sebagai Talent Development Center guna pengembangan ASN dengan mengadakan Rapat Koordinasi Pengembangan ASN di Pusat Pengembangan ASN BKN di Ciawi, Kamis-Jumat (3-4/11/2016).

Saat membuka kegiatan ini, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan bahwa konsep pengembangan SDM saat ini telah mengalami perubahan dan perbaikan yang sangat cepat, dan lebih komprehensif, terlebih dengan adanya konsep talent management. Dengan menggunakan talent management identifikasi kompetensi dan potensi melalui talent pool telah dilakukan oleh BKN pada 2015 dan 2016, dan menjadi tantangan kedepan adalah bagaimana mengembangkan, mempergunakan dan juga bagaimana memberikan opsi-opsi karir yang berbeda bagi para pegawai yang memiliki talenta yang baik.

Pada kesempatan itu Kepala BKN juga menjelaskan bahwa proses pengembangan ASN dengan pendekatan talent management secara komprehensif dimulai dari identifikasi kebutuhan sampai proses pengembangan dengan melakukan metode assessment center. “Dalam talent management, hal yang paling awal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan akan SDM yang harus disesuaikan dengan visi, misi serta hal-hal yang diinginkan untuk dicapai baik di kementerian/lembaga atau instansi daerah,” tambah Bima Haria Wibisana. Oleh karena itu, penentuan formasi hanya sebatas mengganti atau mengisi kekosongan sudah tidak relevan lagi.  “Formasi kepegawaian seolah-olah tidak bersinggungan dengan visi misi daerah untuk mencapainya. Seolah-olah apapun visi misinya tidak menyinggung hal itu. Oleh karena itu perlu melihat dan mensinkronkan visi misi baik RPJMN/RPJMD,” jelas Bima Haria Wibisana.

Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan Rakor Pengembangan ASN, Kepala Pusat Pengembangan ASN BKN Ahmad Jalis menyampaikan bahwa tujuan rakor adalan mensinergikan dan meyakinkan instansi-instansi yang berkaitan akan pentingnya sertifikasi. Selain itu juga menyamakan persepsi akan pentingnya pengembangan soft skills, khususnya bagi ASN yang  bertalenta. Kegiatan pada acara Rakor ini meliputi sharing session dengan instansi atau lembaga yang telah melaksanakan pengembangan talenta seperti PT. Telkom. Program klinik pengembangan, proses akselerasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ASN juga menjadi satu bahasan yang juga akan dibahas dalam rakor ini.

Rapat Koordinasi Pengembangan ASN ini dilaksanakan selama dua hari, Kamis-Jumat(3-4 /11/2016) di Pusat Pengembangan ASN BKN, Jl. Pandansari, KM. 45 No. 32 Ciawi Bogorini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari para Pejabat Pimpinan Tinggi/Administrator di lingkungan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota yang mengelola bidang kepegawaian penyelenggara diklat Kepegawaian.fhu