24
Okt

Uji Beban Kerja Jadi Fondasi Dasar Pengembangan Kapasitas JFK

Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Kepegawaian (Pusbin JFK) adakan uji beban kerja pada butir-butir kegiatan tiga jabatan JFK yakni Analis Kepegawaian, Auditor Kepegawaian dan Assesor SDM Aparatur pada Selasa (22/10/2019) di Ruang Data Badan Kepegawaian Negara. Hal ini bertujuan untuk revitalisasi dan perancangan JFK sebagai bagian dari agenda pengembangan kapasitas jangka pendek bagi pemangku tiga jabatan fungsional tersebut. Rancangan JFK melalui uji beban kerja ini bermanfaat sebagai fondasi dasar pengembangan kapasitas JFK tahun 2019-2024 (Sesuai RPJM Presiden Jokowi-Amin), sebagai dasar revisi Kemenpan RB tentang JFK dan sebagai acuan uji kompetensi/sertifikasi JFK melalui pengangkatan pertama, pindah jabatan, inpassing, dan promosi.

Dalam pengarahannya, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengimbau seluruh peserta yang hadir untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dengan memberikan value atas pekerjaan yang dilakukan. Zaman semakin berubah, teknologi semakin maju, pegawai pun dituntut untuk meningkatkan value atas pekerjaannya agar tidak tergerus kemajuan teknologi. “Setiap pegawai harus berkontribusi bagi organisasinya. Hal ini dapat dilakukan dengan mempercepat bisnis proses pekerjaan agar tidak banyak membuang waktu,” pungkasnya.

Deputi Pembinaan Manajemen Kepegawaian Haryomo Dwi Putranto dalam laporannya mengatakan uji beban kerja ini bertujuan untuk menetapkan angka kredit sesuai dengan butir-butir kegiatan. Hampir setiap tahun Kepala Pusbin JFK melakukan uji kompetensi bagi 1000 PNS untuk pengangkatan jabatan. Pada kesempatan ini, sebanyak 42 orang responden yang terdiri dari pejabat fungsional kepegawaian instansi pusat dan daerah seperti Kemenkumham, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BMKG, Basarnas, Kementerian Pertanian, BPKP dan Kementerian Kehutanan. Acara ini juga dihadiri oleh ketua organisasi ketiga jabatan fungsional kepegawaian tersebut. Antusias para pejabat fungsional kepegawaian yang sangat tinggi ikut menyukseskan revitalisasi dan perubahan jabatan fungsional kepegawaian ini. “Sesuai arahan Presiden, BKN akan konsisten membentuk jabatan fungsional baru. Tahun 2020 semua JFK akan semakin banyak peminatnya. JFK merupakan salah satu karir pilihan PNS”, ujarnya.

Ke depan, Pusbin JFK memiliki agenda jangka panjang (2021-2024) yakni menjadi strategic partner and delivering human capital value added. Saat ini Pusbin JFK sedang membuat rancangan perubahan nomenklatur JFK kepada Kemenpan RB. Adapun salah satunya perubahan nomenklatur analis kepegawaian menjadi Penata SDM ASN. Rat