15
Mar

UPN Veteran Jakarta Belajar Sistem Pengadaan B/J dari BKN

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Biro Umum BKN Darmuji

Jakarta-Humas BKN, Prestasi BKN sebagai Juara Pertama dalam Pengelolaan Barang dan Jasa (B/J) Tahun 2014 menarik perhatian beberapa Instansi Pemerintah untuk mempelajari mekanisme pengadaan B/J yang dikelola BKN. Salah satunya, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta secara khusus sambangi BKN untuk pelajari Teknis Pengadaan B/J dan Pertanggungjawabannya Senin, (14/3) di Kantor Pusat BKN.

Pihak UPN Veteran mengungkapkan bahwa tujuan dilakukannya studi banding ke BKN untuk mempelajari prinsip kebijakan, mekanisme hingga pengendalian dan pengawasan yang dilakukan BKN dalam mengelola penataan B/J.  Sejak diresmikan menjadi PTN Tahun 2014 silam berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 120 Th 2014 tentang Pendirian UPN dan Peraturan Kemendikbud No. 95 Th 2014 tentang Pendirian, Perubahan dan Pembubaran PTN & PTS, sistem pengadaan yang tadinya dikelola oleh Rektorat, kini diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selaku pihak yang berwewenang sebagai Unit Layanan Pengadaan (ULP)

Lebih lanjut, pihaknya menanyakan terkait tahapan yang perlu ditempuh PPK untuk melakukan perencanaan pengadaan sesuai Perpres No. 54 Th 2010 dan Perpres No. 4 Th 2015 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pengelolaan anggaran pengadaan, hingga proses pemanfaatan dan pemeliharaan.

Menjawab keingintahuan pihak UPN Veteran, Kepala Bagian Layanan Pengadaan Biro Umum Darmuji menjelaskan prinsip dasar pengelolaan B/J mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan pemilihan penyedia, penandatangan dan pelaksanaan kontrak, hingga tahapan normatif yang perlu diketahui oleh Pejabat berwenang dalam ULP.

Dalam mengawasi pengelolaan pengadaan dan tahap pertanggungjawaban, Kepala Biro Keuangan BKN Imas Sukmariah juga menjelaskan bahwa BKN sudah menerapkan pengeloaan melalui Sistem Aplikasi Verifikasi Anggaran (SIAVA) untuk mengawal sistem pertanggungjawaban berupa dokumen pertanggungjawaban keuangan yang akuntabel dan transparan, serta melalui Sistem Informasi Aplikasi Perencanaan (SIAP) untuk mengembangkan manajemen perencanaan dan monitoring yang cepat, tepat, efektif, dan efisien. (des)