06
Nov

Usman Gumanti : Sistem Dibangun untuk Tingkatkan Kualitas Layanan

DSC_0382

Peserta Workshop Aplikasi SI-ONI (Foto : Astri)

Jakarta Humas BKN, Urgensi pengelolaan barang pakai habis secara transparan dan akutabel serta berbagai permasalahan tentang pengelolaan serta informasi atas barang habis pakai menjadi tantangan Biro Umum BKN untuk mencari solusi akan hal ini. Dengan kebutuhan dan tuntutan itu, maka tiga bulan yang lalu Biro Umum telah melakukan pengkajian dan pembuatan aplikasi pengelolaan barang habis pakai dengan nama Sistem Informasi Online Inventory atau yang lebih dikenal dengan SI-ONI. Dengan telah digunakannya aplikasi ini, maka Biro Umum menindaklanjuti penggunaan SI-ONI dengan menyelenggarakan workshop Aplikasi SI-ONI yang dilaksanakan selama dua hari, Kamis-Jumat (5-6/11).

Saat menyampaikan pengarahannya, Sekretaris Utama BKN Usman Gumanti menegaskan bahwa pemanfaatan sistem yang ada diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi instansi. “Yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana sistem informasi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan yang berujung pada meningkatnya citra instansi. ” jelas Usman Gumanti. Usman menambahkan bahwa saat ini Informasi bagai darah bagi manusia, untuk itu organisasi yang tidak dapat mengelola informasi dengan baik dan tertib akan beresiko yang pada akhirnya akan mengalami ketertinggalan. Namun demikian, Usman mengingatkan bahwa selain kecepatan, perlu adanya akurasi dalam menyampaikan informasi. Oleh karenanya perlu kehati-hatian dan meminimalisir perbedaan antara informasi dan kondisi yang sebenarnya.

Usman juga menyampaikan bahwa membangun e-office yang saat ini gencar dilakukan di BKN adalah untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada dengan memulai membagi sistem informasi. Saat ini adalah era informasi dengan memberikan pelayanan kepada semua pihak dengan lebih baik, dan tujuan utama pembuatan sistem ini adalah untuk ekonomis dan efisien atas kerja yang dilakukan. Pentingnya individu yang mengendalikan informasi juga ditekankan oleh Usman agar tidak terjadi kesalahan informasi. “Sebagus apapun sistem yang dibuat, tetap membutuhkan personel yang bertanggung jawab, karena apabila ada informasi salah yang dimasukkan, maka akan berakibat salah dan sumber kesalahan ada pada individu yang bersangkutan,” jelas Usman.

Workshop ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung II BKN Pusat Jakarta dan diikuti oleh seluruh pejabat sub bagian Tata Usaha dan para pegawai yang mengelola barang di Biro Umum BKN. fuad