20
Agst

Warsito P. Taruno Terima BJ Habibie Technology Award 2015

DSC_0083

Tumpak Hutabarat (kedua dari kanan) hadir dalam penganugerahan BJHTA tahun 2015 (foto: kis)

Jakarta-Humas BKN. Setelah sebelas tahun yang lalu memperkenalkan sebuah sistem pemindai berbasis medan listrik statis di dunia industri dan medis bernama Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT), Kamis(20/8/15) Warsito Purwo Taruno menerima BJ Habibie Technology Award (BJHTA) 2015. BJHTA 2015 disematkan kepada Warsito Purwo Taruno di Auditorium BPPT, Jakarta. Warsito Purwo Taruno lahir di Karanganyar 15 Mei 1967. Dia menyelesaikan studi S1 dan S2 pada jurusan Teknik Kimia di Shizuoka University dan S3 pada jurusan Teknik Elektro di Universitas yang sama.

Di dunia industri, ECVT yang digagas dan dikembangkan oleh Wasito mampu melacak partikel bergerak secara simultan berkecapatan sangat tinggi dalam mesin reactor, sebuah fenomena yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan simulasi super komputer.

Sementara di dunia Medis ECVT merupakan alternative system pemindaian dengan biaya murah, bebas radiasi, deteksi seketika atas kelainan fisiologis dalam payudara dan otak yang disebabkan oleh tumor, epilepsy, penyakit Alzheimer dan disfungsi otak lainnya. ECVT menggunakan konsep baru dalam benetiraan otak, yaitu electrical capacitance berbeda dengan MRI yang menggunakan BOLD (Blood Oxygen Level Dependent) maupun fNIRS yang memakai CBV (cerebral blook volume).

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat yang turut hadir dalam penganugerahan BJHTA tahun 2015 ini menyampaikan bahwa penemuan tersebut merupakan wujud nyata kontribusi putra bangsa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. “Semoga karya besar tersebut mampu memberikan sumbangan bagi kemajuan Indonesia dan menginspirasi putra bangsa lainnya,” harap Tumpak Hutabarat. Astri/Subali