30
Okt

Wujudkan Keberhasilan Pertahanan Negara dengan Bijak Bersosial Media

 

Foto: RAT

Jakarta- Humas BKN, Mengusung tema bertajuk “Membangun SDM Komponen Utama Pertahanan Negara yang Unggul dalam Rangka Mendukung Keberhasilan Tugas Pertahanan Negara Menuju Indonesia Maju”, Bakohumas mengadakan Forum Komunikasi di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada Rabu (30/10/19). BKN hadir sebagai salah satu peserta dari 84 undangan dari Kementerian/Lembaga (K/L).

Sekretaris Jenderal Pertahanan (Sekjen Kemhan) Laksdya TNI Agus Setiadji dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertahanan negara berfungsi untuk mewujudkan ketahanan kesatuan NKRI. “Dibutuhkan suatu sistem pertahanan negara yang tangguh dalam rangka menanggulangi segala ancaman”, ujarnya. Implementasi sistem pertahanan negara yang bersifat semesta diselenggarakan dengan pengintegrasian pertahanan militer. Selain itu, kapabilitas pertahanan ditingkatkan untuk mengatasi ancaman.

Sekjen Kemhan lebih lanjut menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan untuk meningkatkan pembangunan di bidang pertahanan negara. Hal ini diselenggarakan dengan berorientasi pada TNI sebagai komponen utama pertahanan negara. Kemenhan berkomitmen untuk mewujudkan TNI yang profesional dengan meningkatkan kualitas maupun kuantitas.

Penyelanggaran ini bertujuan untuk diseminasi kepada publik melalui pejabat kehumasan K/L. Berbagi informasi dari kegiatan Bakohumas dijadikan sebagai bahan perumusan kebijakan pemerintah. Humas bertugas sebagai fasilitator penyedia informasi kepada publik.

Dalam Kesempatan tersebut, Ketua Umum Harian Bakohumas pusat Selamata Sembiring menyatakan bahwa banyak informasi negatif terkait radikalisme, SARA, dan intoleransi tersebar luas di internet. Setiap hari Kominfo memantau perkembangan isu-isu negatif dampak informasi negatif berpotensi mengancam keharmonisan dan keutuhan NKRI. Hal ini memicu masyarakat menjadi terpolarisasi dan mudah terisolasi dari fakta dan opini dari sudut pandang berbeda. Kondisi ini memicu timbulnya posttruth. Dimana orang lebih didominasi oleh emosi daripada akal sehat. “Media sosial berpotensi sebagai ancaman nonmiliter di bidang pertahanan yg berisko mengancam kedaulatan bangsa. Kita sebagai ASN wajib menjaga keutuhan negara,” pungkasnya.

Lebih lanjut Selamata mengatakan, ASN harus sigap dan mampu berkolabirasi membangun pertahanan yang kuat dan kokoh dari serangan militer dan nonmiliter guna optamilisasi dalam mewujudkan SDM unggul. Humas pemerintah bergandengan tangan meliterasi masyarakat agar bijak meggunakan media sosial dan membanjiri informasi yang mendidik serta menanamkan nasionalisme. Pentingnya sinergitas seluruh unsur pemerintah terutama humas agar proses diseminasi informasi bekerja secara optimal.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia Ditjen Kuathan Kemhan Brigjen TNI Raden Tjahya Komara selaku narasumber menyatakan, SDM komponen utama yang profesional dan proporsional memiliki daya juang yang tinggi, militan, dan memiliki kemampuan yang handal, menjadikan SDM unggul dan menjadikan peran, tugas dan fungsi sebagai penangkal, penindak dan pemulih. “Di era revolusi industri 4.0 organisasi menjalankan peran, tugas dan fungsi pertahanan militer guna mendukung keberhasilan pertahanan negara,” tegasnya.

Pertahanan merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Untuk itu, Kominfo berharap peserta Bakohumas dapat meningkatkan komunikasi antar humas K/L dan menjadi motor penyedia dan penyebarluasan informasi pertahanan negara. Oleh karena itu, Bakohumas mengimbau kepada humas pemerintah untuk meyebarkan secara massive paparan dari narasumber kepada pemangku kepentingan K/L baik melalui website maupun media sosial. rat