19
Des

Yuks kenali Tantangan Public Relations di Post Truth Era

Jakarta-HumasBKN, Acara yang mengangkat tema “Public Relations (PR) Rewind 2019 & Outlook 2020” yang berlangsung Auditorium Institute francais d’Indonesia Thamrin, Jakarta pada Kamis 19 Desember 2019 yang tidak hanya dihadiri oleh PR Pemerintah tapi juga dari kalangan PR Swasta dan Mahasiswa. Acara seru ini menghadirkan para speakers diantaranya Kepala Subdirektorat Humas Direktorat Jendral Pajak, Ani Natalia, Inadia Aristyavani selaku PR Manager Tugu Insurance, Rizky Salerino selaku PR Specialist Universitas Indonesia (UI), Founder & Director ID COMM, Pengurus Bidang Diklat APPRI Sari Soegondo dan Desy Fitriani dari Isential Indonesia.

Ani Natalia sebagai pembicara pertama mengungkapkan pentingnya kaum millenials untuk dapat menjadi katalis bagi semua kalangan baik yang muda maupun tua dalam Post Truth Era, “istilahnya zaman now itu semua isu cepat sekali tersebar luas/viral dan hanya butuh kurang dari 1 jam dari peristiwa”, ungkapnya.

Lebih lanjut Ani menjelaskan tantangan PR pada zaman now ini salah satunya adalah Big Data yang tidak hanya dapat menguntungkan tapi juga dapat menjadi sumber informasi yang membahayakan. Inandia selaku narasumber dalam acara ini pula mengatakan, saat ini kekuatan netizen teramat berpengaruh. Inandia mencontohkan fenomena #unistall yang marak terjadi dalam era ini, peran dan strategi PR sangat berpengaruh, “Netizen dengan sangat mudah memprotes melalui memberikan rating rendah, komentar buruk di akun media sosial lalu tiba-tiba saja akan keluar tagar #uninstall aplikasi ini itu”, ujarnya.

Lalu apa yang harus dipersiapkan oleh Praktisi PR menghadapi fenomena ini?

Sari Soegondo selaku Founder & Director ID COMM menjelaskan, ada setidaknya 3 yang harus di aware oleh Praktisi PR yaitu, memiliki SOP Issue & Crisis SocMed handling (penanganan krisis dalam Sosmed), kemampuan membuat Digital Storytelling dan monitoring perilaku netizen dan deteksi disinformasi/misinformasi/Hoax. “Pelajari dan terapkan teknologi, kenali audiensi, buat risetnya, ciptakan konten se-kreatif mungkin, pilih medianya dan jangan lupa jadilah muda setidaknya semangatnya”, katanya.

Dyah Wulan R.K selaku Pranata Humas Ahli Muda BKN yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan kesepakatannya mengenai Post Truth Era ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena kekuatan millenial yang juga dibarengi dengan kemajuan teknologi dapat menjadi strategi baru memajukan birokrasi. “Sayangnya menjadi PR millenial sering kali terganjal oleh PR old trend dan itu menjadi tantangan kami kaum PR millenials untuk menjadi katalis mereka menuju perubahan”, tutupnya. dey/ber