skip to Main Content

Kepala BKN: Peran Ganda ASN Perempuan Sebagai Guru Pertama Pembentuk Karakter Dalam Keluarga dan Pekerjaan

Jakarta – Humas BKN, Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-26 Dharma Wanita Persatuan dan Hari Ibu Ke-97, Darma Wanita Persatuan (DWP), Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggelar webinar nasional dengan tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” sebagai acara puncak. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKN selaku Penasihat Darma Wanita Persatuan BKN, Prof. Zudan, menjelaskan bahwa DWP memiliki peran strategis sebagai guru pertama dalam membentuk karakter Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya bagi ASN baru.

Melalui peran tersebut, Prof. Zudan menekankan bahwa pemberdayaan perempuan harus dimulai dari penguatan peran ibu melalui ilmu parenting untuk membangun keluarga yang kokoh, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan kesehatan. Ia menyoroti pentingnya sektor kesehatan dan pendidikan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan dan keluarga.

“Ibu adalah guru pertama di lingkungan keluarga. Di situlah nilai-nilai kebaikan ditanamkan, seperti empati, kejujuran, tidak mengambil hak orang lain, dan kepedulian terhadap sesama. Jika nilai ini ditanamkan sejak kecil, hasil pendidikan bangsa akan lebih cepat kita rasakan,” ujar Prof. Zudan, Kamis (18/12/2025), di Aula Kantor Pusat BKN, Jakarta.

Selain itu, Ia juga mengingatkan masih tingginya angka kematian ibu dan anak di Indonesia, sehingga sektor kesehatan perlu mendapatkan perhatian serius sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan. Oleh karena itu, Prof. Zudan menegaskan peran ganda ASN perempuan, yaitu sebagai aparatur negara sekaligus ibu dalam keluarga.

Menurutnya, peran tersebut harus dimaknai secara positif, termasuk dalam membina dan mendidik ASN baru di lingkungan kerja. “ASN perempuan memiliki peran besar. Di kantor, lakukan parenting dengan mendidik ASN baru agar menjadi ASN yang kuat, tangguh, berintegritas, peduli kebersihan, tidak mengambil yang bukan haknya, dan mau berbagi. Di bidang kesehatan, biasakan ASN hidup sehat dan rajin berolahraga,” pesannya.

Sementara itu, Ketua DWP BKN, Ninuk Triyanti Zudan Arif, menegaskan bahwa peringatan HUT Ke-26 DWP bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, pembangunan bangsa berakar dari keluarga yang bahagia dan sehat. “Dari keluargalah lahir generasi penerus bangsa. Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang memberikan asih, asuh, dan asah sesuai kebutuhan tumbuh kembangnya,” tutur Ninuk.

Dalam rangkaian peringatan HUT Ke-26 DWP dan Hari Ibu Ke-97, DWP BKN juga sudah menggelar berbagai kegiatan positif, antara lain Launching Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN bekerja sama dengan KORPRI BKN, sharing session “Kiat Sukses Memulai UMKM”, bazar UMKM, pemberian bantuan bagi korban bencana alam di Sumatera dan Aceh, Festival Bercerita untuk Anak, serta webinar nasional yang menghadirkan pakar parenting Prof. Narayah dan Ayah Edy, penggagas gerakan Indonesian STRONG from HOME.

Penulis: Mia
Foto: Mia

Back To Top