skip to Main Content

Kepala BKN Prof. Zudan: Sistem Pro ASN BKN Gratis dan Dukung Implementasi Manajemen Talenta

Majalengka — Humas BKN, Manajemen talenta merupakan praktik yang telah lama diterapkan di negara-negara maju sebagai bagian dari penerapan sistem merit. Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, saat memberikan sambutan sekaligus pengarahan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) pada kegiatan Launching Manajemen Talenta di lingkungan Kabupaten Majalengka, Senin (22/12/2025).

Prof. Zudan melanjutkan, sistem merit harus dijalankan secara taat asas, bertahap, berjenjang, dan berorientasi pada kualitas. “Indonesia harus konsisten dengan meritokrasi. Semua naik secara bertahap dan berkualitas. Itulah filosofi sistem kepangkatan kita, mulai dari golongan II, III, hingga IV. Golongan yang lebih tinggi harus menunjukkan kualitas dan kinerja yang lebih baik,” ujar Prof. Zudan.

Ia menambahkan bahwa selama ini konsep sistem merit sudah sangat baik, namun tantangan terbesar terletak pada implementasinya. Oleh karena itu, melalui manajemen talenta, BKN mendorong penerapan konsep tersebut secara nyata dan sistematis.

“Dengan manajemen talenta, ketika minggu ini ada pejabat yang pensiun, maka minggu berikutnya penggantinya bisa langsung dilantik karena sudah disiapkan sebelumnya. Inilah pentingnya perencanaan talenta ASN,” jelasnya.

Prof. Zudan juga mengungkapkan bahwa BKN telah menyiapkan sistem pendukung bernama Pro ASN, yang digunakan untuk melakukan profiling ASN secara komprehensif. Melalui sistem ini, ASN dipetakan berdasarkan potensi, kompetensi, dan kinerjanya untuk ditempatkan pada posisi yang tepat.

“Manajemen talenta memastikan bahwa setiap ASN akan naik jabatan atau bahkan nonjob berdasarkan kinerja, bukan karena faktor subjektif atasan. Namun kinerja hanya bisa optimal jika ASN berada pada posisi yang sesuai, sehingga profiling ASN menjadi sangat penting,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Zudan menyampaikan bahwa layanan profiling ASN oleh BKN diberikan secara gratis. Bahkan, di beberapa daerah, hingga ratusan ASN potensial telah diprofilkan untuk disiapkan sebagai kader-kader terbaik.

Peluncuran manajemen talenta ini mendapat respons positif dari ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Dwi Septiani Nugraha, ASN BKPSDM Kabupaten Majalengka, mengaku optimis bahwa penerapan manajemen talenta akan mendorong pengembangan karier ASN yang lebih objektif, transparan, dan berbasis kinerja.

“Ini adalah langkah nyata. Bapak Bupati juga telah berkomitmen meningkatkan kualitas birokrasi agar ASN di Kabupaten Majalengka semakin profesional. Harapannya, muara dari manajemen talenta ini adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Faturahman, ASN BKPSDM Kabupaten Majalengka, menilai bahwa penerapan manajemen talenta sejalan dengan misi Bupati Majalengka dalam mewujudkan reformasi birokrasi.

“Manajemen talenta merupakan bentuk implementasi konkret dari misi kepala daerah. Apa yang dilakukan melalui sistem ini selaras dengan upaya mewujudkan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi kinerja,” ungkapnya.

Dengan diluncurkannya manajemen talenta ASN, Pemerintah Kabupaten Majalengka diharapkan mampu mewujudkan tata kelola kepegawaian yang lebih modern, adil, dan berkelanjutan, serta memperkuat kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Back To Top