Dari Rising Star hingga The Right Man, Kepala BKN Prof. Zudan Dorong ASN Kalsel Jadi Garda Depan Pembangunan
Banjarbaru – Humas BKN, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Zudan menegaskan pentingnya pembinaan aparatur sipil negara (ASN) berbasis prestasi dan manajemen talenta saat kegiatan Pengukuhan Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin, yang dilanjutkan dengan kegiatan Pemberian Anugerah ASN Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada Selasa, (23/12/2025).
Dalam sambutannya, Prof. Zudan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Anugerah ASN sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi ASN untuk terus meningkatkan kinerja. Terpilihnya 12 ASN terbaik dinilai sebagai investasi strategis daerah karena mereka merupakan rising star yang diproyeksikan menjadi pemimpin Kalimantan Selatan di masa depan. ASN muda berprestasi, menurutnya, harus dibina secara berkelanjutan oleh pimpinan agar potensi yang dimiliki dapat berkembang optimal.
Pemberian Anugerah ASN yang disertai insentif berupa tunjangan kinerja, hadiah, serta rekomendasi kenaikan pangkat luar biasa dinilai sebagai langkah konkret dalam membangun budaya kerja berprestasi. Prof. Zudan menegaskan bahwa BKN mendukung penuh pembinaan ASN berbasis prestasi, termasuk melalui mekanisme kenaikan pangkat luar biasa, yang terbukti mampu mempercepat pengembangan karier ASN berkinerja unggul.
Lebih lanjut, Prof. Zudan menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta ASN untuk menyiapkan kader terbaik menduduki jabatan strategis sesuai kompetensi dan selaras dengan visi dan misi kepala daerah. ASN dipetakan ke dalam tiga kategori, yakni rising star, ASN kelas menengah atau medioker yang masih perlu pembinaan, serta ASN berkinerja rendah yang memerlukan pembinaan khusus. Prinsip utama yang harus diterapkan adalah the right man on the right place agar potensi ASN dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Kebijakan dan pengelolaan ASN, lanjutnya, harus diarahkan untuk mendukung visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, berbudaya, religius, dan sejahtera. Visi tersebut diwujudkan melalui pembentukan manusia unggul yang diukur dari tingkat pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dalam mendukung terwujudnya manusia unggul, Prof. Zudan menyoroti isu anak tidak sekolah dan penurunan angka stunting sebagai prioritas lintas sektor.
“Penanganan stunting harus dilakukan secara terencana, terukur, dan melibatkan berbagai perangkat daerah, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan masyarakat desa, dengan fokus pada pemenuhan gizi ibu hamil dan anak usia dini,” ujarnya.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pengendalian inflasi. Kalimantan Selatan dinilai memiliki peran strategis secara nasional, terutama dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Oleh karena itu, OPD diminta bekerja keras menjaga stabilitas harga, memperkuat UMKM, serta melaksanakan operasi pasar secara tepat sasaran.
“Penting untuk membumikan nilai religius dan akhlak mulia dalam birokrasi dan kehidupan masyarakat, sejalan dengan visi misi gubernur. Nilai tersebut diwujudkan melalui perilaku jujur, empati sosial, kebersihan fasilitas publik, serta pelayanan yang berintegritas. Mari ASN di lingkungan Kalimantan Selatan terus berkolaborasi, bekerja profesional, dan berorientasi pada hasil demi keberhasilan pembangunan daerah”, ujar Prof. Zudan sebagai penutup paparannya.

