skip to Main Content

Akselerasi Sistem Merit: Empat Pemerintah Daerah Paparkan Progres Manajemen Talenta ASN di BKN

Jakarta – Humas BKN, Sebagai upaya akselerasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam mengimplementasikan sistem merit dalam tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN), Ekspose Manajemen Talenta kali ini dilakukan oleh 4 (empat) pemerintah daerah, yakni Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Nias Barat, dan Kota Probolinggo. Kegiatan yang dilaksanakan di BKN Pusat ini bertujuan untuk memetakan profil kompetensi dan kinerja ASN guna menjamin kualitas sumber daya manusia aparatur di masa depan.

Wakil Kepala BKN, Suharmen, dalam sambutannya menyatakan bahwa ekspose ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa manajemen talenta ASN tidak hanya berjalan di level pusat, tetapi juga di daerah. Sinergi antara BKN dan pemerintah daerah sangat penting guna mewujudkan tata kelola ASN yang profesional dan berbasis merit. “Manajemen talenta digunakan untuk mengembangkan potensi dan kompetisi, selain mencari suksesor posisi jabatan, target penyesuaian data dan updating sangat penting untuk mendata perkembangan dan kategori kompetensi serta potensi pegawai ke dalam bentuk kotak talenta,” ungkap Suharmen, Rabu (14/01/2026).

Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN, Herman menambahkan bahwa pengisian jabatan melalui sistem merit harus dilakukan secara objektif sesuai potensi dan kompetensi ASN. “Kami mendorong daerah untuk terus mengoptimalkan penggunaan aplikasi SIMATA BKN agar distribusi talenta unggul semakin tepat sasaran,” tegasnya.

Lebih lanjut dalam ekspose tersebut, Evaluasi dan koordinasi penerapan manajemen talenta di Kabupaten Labuhanbatu, dilakukan melalui pemetaan pegawai ke dalam sistem 9-box grid dengan dua indikator yaitu kinerja dan potensi. Meskipun komitmen pemerintah kabupaten tersebut dinilai baik, BKN menekankan melalui ekspose ini diperlukan percepatan pemutakhiran data ASN yang akurat, integrasi sistem e-kinerja, serta perumusan strategi pengembangan kompetensi bagi pegawai yang masih berada di kelompok potensi rendah guna memastikan kelancaran suksesi jabatan dan pencapaian visi misi pemerintah secara efektif.

Sementara itu, Kabupaten Pakpak Bharat menunjukkan komitmen tinggi dalam menerapkan manajemen talenta berbasis sistem merit melalui aplikasi SIMATA BKN. Meski kualitas data telah mencapai 99,57%, dalam ekspose ini mengungkap perlunya optimalisasi akurasi data individu dan integrasi sistem untuk meningkatkan distribusi ASN pada kategori talenta unggul.

Untuk Kabupaten Nias Barat, dengan karakteristik wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), menjadikan manajemen talenta sebagai fondasi pencapaian visi daerah. Melalui SIMATA BKN, sekitar 2.000 data potensial telah dihimpun ke dalam 9-box grid, mencakup Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama hingga Jabatan Fungsional. Upaya ini diharapkan dapat menjawab tantangan pelayanan publik di sektor strategis seperti pendidikan dan kesehatan.

Kota Probolinggo menutup rangkaian ekspose dengan memaparkan alur manajemen talenta terintegrasi melalui penyelarasan SIMPEG daerah ke dalam SIASN dan aplikasi SIMATA. Sebanyak 3.676 data potensial telah dipetakan untuk mendukung pengisian posisi strategis seperti JPT Pratama, administrator, dan pengawas melalui skema pengembangan, retensi, dan penempatan yang terukur.

Ekspose ini menjadi bukti nyata sinergi antara BKN dan pemerintah daerah dalam mewujudkan manajemen ASN yang profesional dan berbasis kompetensi. Dengan penerapan manajemen talenta yang sistematis, pengisian jabatan di instansi pemerintah diharapkan tidak lagi sekadar formalitas, melainkan mengacu pada profil talenta yang unggul dan terverifikasi secara sistem.

Penulis: Ann
Foto: Eja
Editor: nsp

Back To Top