BKN Perkuat Manajemen Talenta ASN di Sumatera Utara, Dorong Pengelolaan Karier Berbasis Data dan Sistem Merit
Jakarta – Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus memperkuat implementasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kegiatan ekspose dan pendampingan di sejumlah pemerintah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yakni Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Samosir, dan Tapanuli Utara. Kegiatan ini merupakan langkah strategis BKN untuk memastikan penerapan Manajemen Talenta (MT) berbasis data dan kinerja berjalan optimal, objektif, serta berkelanjutan.
Wakil Kepala BKN Suharmen, menegaskan bahwa Manajemen Talenta dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu kelembagaan dan tata pelaksanaan, sistem informasi berbasis data, serta desain dan kesiapan implementasi Manajemen Talenta (MT). Menurutnya, Manajemen Talenta tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengisian jabatan, tetapi juga sebagai dasar pengembangan kompetensi ASN yang berorientasi pada kinerja, potensi, dan data yang akurat. “Pemutakhiran data ASN menjadi kunci dalam mendukung pengelolaan karier yang objektif dan terukur,” tegas Suharmen, Kamis (29/01/2026) di BKN Pusat.
Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN Herman menyampaikan bahwa ekspose Manajemen Talenta merupakan momentum penting untuk memastikan kualitas data ASN serta kesiapan instansi dalam menerapkan sistem merit secara konsisten. “Ekspose MT memastikan pemetaan talenta dilakukan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Pada sesi pembuka, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menegaskan komitmen penerapan Manajemen Talenta ASN melalui penandatanganan komitmen bersama serta Penetapan Keputusan Bupati terkait parameter dan bobot penilaian ASN. Pemetaan talenta telah diterapkan pada jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas dengan dukungan simulasi Sistem Manajemen Talenta (SIMATA). BKN mengapresiasi capaian indeks kualitas data yang mendekati 98,97 persen, sekaligus mendorong penyempurnaan data SKP, riwayat pangkat, kompetensi, pendidikan, serta digitalisasi arsip kepegawaian.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menyampaikan bahwa penerapan Manajemen Talenta ASN telah didukung regulasi daerah dan pendampingan aktif dari Kantor Regional BKN Medan. Meski demikian, hasil simulasi SIMATA menunjukkan perlunya percepatan pengisian data kinerja dan kompetensi ASN. BKN mendorong optimalisasi pengisian SKP, pembaruan data pendidikan dan kompetensi, serta peningkatan kualitas arsip digital guna mencapai target indeks kualitas data yang optimal.
Pada pemaparan berikutnya, Pemerintah Kabupaten Samosir menegaskan bahwa Manajemen Talenta ASN dimanfaatkan sebagai instrumen pengembangan kompetensi dan mobilitas talenta. BKN mendorong peningkatan validitas data kinerja, kompetensi, dan penghargaan, serta penguatan data pengembangan ASN melalui pelatihan, pengalaman jabatan, magang, dan program mentoring agar pengelolaan talenta berjalan adil dan transparan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memanfaatkan Manajemen Talenta ASN sebagai bagian dari percepatan reformasi birokrasi dan pencapaian visi misi kepala daerah melalui pembentukan komite talenta dan pemanfaatan SIMATA. BKN menilai implementasi telah berjalan cukup aktif, meski masih diperlukan percepatan pembaruan data kinerja, pendidikan, kompetensi, dan arsip digital agar talent matching pada kategori talenta unggul dapat berjalan optimal.
Dalam arahannya, Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Manajemen ASN Hardianawati menekankan pentingnya peran pejabat penilai kinerja dalam melakukan penilaian SKP secara objektif dan sungguh-sungguh. Ia juga mendorong pemanfaatan e-Kinerja Harian BKN sebagai alat ukur kinerja ASN yang transparan dan dapat dievaluasi secara berkala.
Asesor SDM Aparatur Ahli Utama Aris Windiyanto menambahkan bahwa keberhasilan Manajemen Talenta sangat ditentukan oleh komitmen pimpinan dalam mengambil kebijakan berbasis data yang akurat dan objektif. “Manajemen Talenta harus berujung pada pengembangan potensi ASN, bukan sekadar pengisian jabatan,” tegasnya.
Menutup ekspose, Wakil Kepala BKN kembali menegaskan bahwa kualitas pemetaan talenta sangat bergantung pada kelengkapan dan validitas data kinerja ASN. “Data kinerja menjadi fondasi utama dalam mutasi, promosi, dan pengembangan kompetensi ASN. Karena itu, konsistensi pengisian e-Kinerja dan pemutakhiran data kepegawaian menjadi keharusan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ekspose dan pendampingan di sejumlah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, BKN menegaskan komitmennya dalam memperkuat penerapan Manajemen Talenta ASN berbasis sistem merit. BKN terus mendorong instansi daerah untuk mengoptimalkan e-Kinerja dan SIMATA, mempercepat pembaruan data ASN, serta memperkuat komitmen pimpinan agar pengelolaan karier ASN berlangsung objektif, transparan, dan berkelanjutan.
Penulis: Taa
Fotografer: Lianz
Editor : nsp

