skip to Main Content

Kandidat Seleksi JPT & Penilaian Kompetensi JF di Sejumlah Instansi Ikuti Proses Asesmen BKN

Jakarta – Humas BKN, Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN melaksanakan proses asesmen secara paralel terhadap sejumlah instansi pemerintah, yakni diantaranya seleksi JPT Madya di Kementerian Ketenagakerjaan dan Mahkamah Agung, penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural dalam rangka seleksi Jabatan Fungsional Pranata, Muda, dan Madya di lingkungan Kementerian Luar Negeri, serta penilaian kompetensi bagi jabatan fungsional di lingkungan internal BKN. Seluruh rangkaian asesmen ini akan berlangsung selama 4 (empat) hari ke depan, mulai Selasa s.d Jumat (10-13/02/2026) di Gedung Assessment Centre BKN Pusat, Jakarta.

Dalam pelaksanaannya, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN, Mohammad Ridwan, menyampaikan kesiapan jajarannya dalam mengawal seluruh rangkaian kegiatan asesmen yang dilaksanakan di Ruang Assessment BKN. Ia juga menyambut baik usulan pemberian umpan balik (feedback) kepada para peserta agar hasil asesmen dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Untuk menjaga standar dan integritas penilaian, Ridwan menegaskan bahwa seluruh proses asesmen dilaksanakan dengan pengawasan ketat. Salah satunya, peserta dilarang melakukan perekaman dalam bentuk apa pun selama kegiatan berlangsung guna memastikan kerahasiaan serta objektivitas hasil penilaian kompetensi ASN.

Pada kesempatan yang sama, salah satu perwakilan instansi, yakni Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Dr. Cris Gustadi,
menyakini bahwa proses asesmen BKN mendukung objektivitas proses seleksi JPT di lingkup instansinya yang tahun ini berlangsung sangat kompetitif. Hal ini tercatat dari total 310 pendaftar, sebanyak 154 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi, dan selanjutnya disaring menjadi lima kandidat terbaik untuk setiap posisi yang mengikuti tahapan asesmen di BKN.

Ia menegaskan bahwa integritas menjadi aspek utama yang dinilai dalam seleksi calon pejabat. “Kami ingin memperoleh calon pejabat dengan integritas tinggi. Aspek kejujuran sudah menjadi perhatian sejak tahapan awal, termasuk dalam proses penyusunan makalah. Untuk memperoleh hal itu, tahap asesmen dari BKN ini akan menentukan kandidat yang tepat,” ujarnya.

Penulis/foto: sf
Editor: des

Back To Top