BKN Hadirkan Seleksi Penyelenggara Haji Terstandar dengan Sistem CAT di 32 Lokasi
Jakarta – Humas BKN, Dalam mendukung pelaksanaan seleksi sumber daya manusia Penyelenggara Ibadah Haji melalui (PPIH) Tahun 2027 secara nasional, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggelar seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN yang digelar serentak di 32 titik lokasi BKN di seluruh Indonesia. Dengan sistem CAT, BKN memastikan 680 peserta mengikuti ujian dengan sistem dan standar yang sama, sekaligus mendukung proses seleksi yang transparan, objektif, dan akuntabel. Selain itu, BKN juga memastikan kesiapan infrastruktur dan sarana pendukung agar pelaksanaan seleksi dapat berjalan serentak di berbagai wilayah.
Pada pelaksanaan ujian di tilok BKN Pusat, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, berkesempatan melihat secara langsung proses seleksi CAT BKN untuk calon PPIH, Sabtu, (12/09/2026). Didampingi Deputi Bidang Sistem Informasi dan Digitalisasi (Sidigi) BKN, Jumiati, bersama Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen (PPSR) BKN, Yani Rosyani, Menteri Haji dan Umroh yang akrab disapa Gus Irfan, meninjau pelaksanaan ujian, sekaligus meninjau kesiapan sarana dan prasarana CAT BKN.
Dengan dukungan sistem CAT BKN, Ia yakin proses seleksi mampu menjaring PPIH yang kompeten, profesional, dan berintegritas, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap proses rekrutmen yang berbasis merit dan teknologi. Hal ini menurutnya penting bagi penyelenggaraan ibadah haji, proses seleksi PPIH berdampak langsung karena personel yang terpilih akan menjadi bagian dari sumber daya manusia yang mendukung pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.
Di samping itu, Deputi Sidigi BKN, Jumiati, mengungkapkan bahwa keterlibatan BKN dalam seleksi PPIH merupakan bagian dari komitmen BKN untuk menghadirkan sistem seleksi yang modern, terukur, dan dapat dipercaya. Infrastruktur dan teknologi CAT BKN memungkinkan proses seleksi dilaksanakan secara serentak dengan mekanisme yang terstandar, sekaligus memberikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui sistem CAT, proses ujian dapat berlangsung terstandar, sementara hasil seleksi dapat diketahui secara langsung sehingga meminimalkan potensi intervensi dalam proses penilaian “CAT BKN dirancang untuk memastikan proses seleksi berjalan secara objektif dan transparan. Setiap peserta mengikuti ujian dengan sistem yang sama dan hasilnya dapat diketahui secara langsung,” ujar Jumiati.

