Menko AHY Dukung Penuh Program BKN Untuk Penerapan Meritokrasi
Jakarta – Humas BKN, Melalui kolaborasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrastruktur), Agus Harimurti Yudhoyono, optimis penerapan manajemen talenta dapat membantunya sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) instansi, untuk mengelola kapasitas ASN di instansinya. Menko yang akrab disapa AHY tersebut, mengatakan instansinya membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja secara kolaboratif untuk mengorkestrasi berbagai sektor pembangunan yang berada dalam koordinasinya.
Senada dengan pernyataan Kepala BKN, Prof. Zudan, ia sepakat bahwa pembangunan pemerintahan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik. Di balik berbagai pembangunan tersebut, dibutuhkan infrastruktur manusia yang memiliki kompetensi dan integritas. Karena itu, ia yakin penerapan manajemen talenta mampu membangun kapasitas institusi, bukan sekadar instrumen untuk promosi dan mutasi pegawai.
AHY sepakat meritokrasi harus menjadi bagian penting dalam pengembangan karier ASN. ASN yang memiliki kapasitas dan kinerja terbaik harus memperoleh ruang untuk berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi organisasi. “Keberhasilan organisasi pemerintahan tidak dapat hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi membutuhkan strategi serta kesiapan sumber daya manusia. Luck is not a strategy,” ujar AHY saat melalukan Ekspose Manajemen Talenta di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Selasa (06/10/2026).
Pada kesempatan itu, tim BKN memberikan masukan terkait penguatan data dan informasi kinerja ASN di lingkup Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang tercatat memiliki 407 ASN, dan 92 persen di antaranya merupakan jabatan fungsional dan pelaksana. BKN juga mendorong agar kontribusi positif ASN terhadap organisasi dapat diberikan penghargaan sehingga pengelolaan talenta sekaligus memperkuat budaya kinerja. Kemenko Infrastruktur sendiri telah memanfaatkan SIMATA dan e-Kinerja BKN untuk mendukung pengelolaan ASN. Penguatan juga dilakukan melalui penyediaan penyimpanan data digital yang memungkinkan informasi ASN dikelola secara lebih terintegrasi.
Dalam proses penerapan manajemen talenta, Kemenko Infrastruktur telah melakukan sejumlah tahapan, antara lain pemetaan talenta, asesmen ASN, pendalaman calon suksesor, hingga simulasi pengisian Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA). Sebanyak 315 ASN telah mengikuti asesmen sebagai bagian dari proses pemetaan dan pengembangan talenta.
AHY mengapresiasi masukan dan pendampingan BKN dalam penguatan manajemen talenta di instansinya sebagai upaya membangun birokrasi yang mampu bekerja lintas sektor, adaptif, dan berorientasi pada hasil. “The future of government is not silo-based. It is collaborative, agile, adaptive, and talent-driven,” ujar AHY. Ia menegaskan bahwa kompetensi dan integritas akan menjadi prinsip penting dalam penguatan manajemen talenta di lingkungan Kemenko Infrastruktur. “Kami semakin bersemangat. Kompetensi dan integritas menjadi kompas moral untuk kami. Mohon diingatkan terus,” pungkas AHY.
Penulis: bp
Foto: kis
Editor: des

