skip to Main Content

Kepala BKN & Menko AHY Kompak Jadikan Manajemen Talenta Rujukan Pengembangan Karier ASN

Jakarta – Humas BKN, Saat menerima jajaran Menteri Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrastruktur), Agus Harimurti Yudhoyono terkait pengelolaan ASN di instansinya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menegaskan pentingnya manajemen talenta ASN untuk memastikan birokrasi mampu menerjemahkan visi dan program pimpinan menjadi kerja nyata. Hal ini karena menurutnya ASN memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Dengan jumlah 6,8 juta ASN saat ini, Prof. Zudan mengatakan kapasitas birokrasi menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program pembangunan berjalan efektif dan memberikan dampak kepada masyarakat. Karena itu, BKN mengambil peran sebagai coach atau pelatih agar ASN siap dan cepat mengeksekusi program pemerintahan. “BKN menyiapkan para ASN, sesuai harapan Presiden sampai bupati dan wali kota. BKN harus menjadi coach atau pelatih agar ASN bisa cepat mengeksekusi program-programnya,” ujar Prof. Zudan dalam kegiatan Ekspose Manajemen Talenta di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Selasa (06/10/2026).

Menurutnya, dinamika pemerintahan yang ditandai dengan pergantian kepemimpinan setiap lima tahun menuntut ASN memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. ASN harus mampu memahami visi dan arah kebijakan pimpinan, kemudian menerjemahkannya ke dalam pelaksanaan program dan pekerjaan secara konkret. Untuk itu ia mengarahkan agar manajemen talenta tidak cukup dipandang sebagai mekanisme administrasi kepegawaian. Pengelolaan talenta harus menjadi instrumen strategis untuk memastikan organisasi memiliki orang-orang dengan kompetensi yang tepat sesuai kebutuhan, sekaligus menyiapkan calon pemimpin untuk menghadapi kebutuhan organisasi di masa depan.

“BKN menyiapkan para ASN menjadi bagian dari mandat tersebut. BKN terus mendorong agar pengelolaan ASN bergerak dari pendekatan administratif menuju pengelolaan sumber daya manusia yang lebih strategis, berbasis kompetensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi.
Penguatan manajemen talenta tersebut telah menjadi perhatian BKN dalam beberapa tahun terakhir melalui berbagai kebijakan dan program, termasuk ProASN. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun ASN yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan organisasi sekaligus mampu menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin dinamis,” jelasnya.

Melalui ekspose tersebut, Prof. Zudan juga mendorong Kemenko Infrastruktur untuk terus memperkuat implementasi manajemen talenta di lingkungan organisasinya. Kemenko Infrastruktur saat ini sendiri tercatat memiliki 407 ASN berdasarkan data per 23 September 2026. Sekitar 92 persen di antaranya merupakan pejabat fungsional dan pelaksana. Diantaranya sebanyak 315 ASN telah mengikuti asesmen sebagai bagian dari proses pemetaan dan pengembangan talenta. Kemenko Infrastruktur juga tercatat telah melakukan pemetaan talenta, asesmen ASN, pendalaman calon suksesor, serta simulasi pengisian Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA). Selain itu, pihaknya juga telah memanfaatkan e-Kinerja BKN, dan menyiapkan penyimpanan data digital untuk mendukung pengelolaan informasi ASN secara lebih terintegrasi.

Terkait persiapan Kemenko Infrastruktur tersebut, BKN memberikan sejumlah masukan terutama dalam pengelolaan data dan informasi kinerja ASN. BKN juga mendorong agar ASN yang memberikan kontribusi positif terhadap organisasi, memperoleh penghargaan sebagai bagian dari upaya membangun budaya kinerja. Dengan pengelolaan talenta yang semakin terarah, Kepala BKN optimistis ASN di lingkup Kemenko Infrastruktur mampu menjadi mesin eksekusi pemerintahan yang adaptif, kompeten, dan berorientasi pada hasil.

Penulis: bp
Foto: kis
Editor: des

Back To Top