skip to Main Content

BKN – BSSN Kolaborasi Tempatkan Kompetensi ASN di Bidang Siber Dukung Layanan Digitalisasi Pemerintah di Berbagai Instansi

Depok – Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperkuat dukungan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan keamanan siber melalui kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam penempatan lulusan Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN). Tujuannya agar meningkatkan keandalan sistem informasi, memperkuat keamanan digital, serta mendukung transformasi pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis teknologi. Kerja sama BKN – BSSN ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penempatan Lulusan Poltek SSN pada kementerian/lembaga tahun 2026 yang melibatkan enam instansi, Jumat (09/10/2026). Melalui kerja sama dengan BSSN, penempatan lulusan Poltek SSN ditargetkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan SDM yang kompeten sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing instansi.

Sekretaris Utama BKN, Rahman Hadi, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan mendukung target pemerintah dalam digitalisasi layanan, terutama menyangkut keamanan siber yang dibutuhkan di berbagai sektor publik. Layanan BKN sendiri lewat kebijakan pro-karier ASN sudah menerapkan digitalisasi sehingga kebutuhan akan ASN di bidang ini menjadi salah satu perhatian penting. Dengan cakupan layanan yang mendukung pengelolaan sekitar 6 juta ASN per 1 Oktober 2026, BKN terus mengembangkan sistem dan layanan digital untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, serta aksesibilitas pelayanan kepegawaian di instansi pusat maupun pemerintah daerah. “Seiring dengan pengembangan layanan kepegawaian berbasis teknologi, kami berharap lulusan Poltek SSN dapat memperkuat dukungan, khususnya di bidang sistem informasi dan digitalisasi, serta membantu menjaga keamanan sistem yang menunjang tata kelola kepegawaian berbasis teknologi di BKN,” ujarnya.

Saat ini BKN sendiri telah mengembangkan 15 program layanan ASN berbasis digital yang sejalan dengan implementasi Asta Cita. Program tersebut antara lain mencakup kemudahan pencantuman gelar akademik dan profesi, layanan kenaikan pangkat setiap bulan, hingga penerapan manajemen talenta untuk mendukung sistem merit yang objektif. Pengembangan layanan tersebut menurutnya memerlukan dukungan infrastruktur teknologi yang andal, pengelolaan sistem informasi yang optimal, dan perlindungan terhadap risiko keamanan siber.

Selaras dengan BKN, Sekretaris Utama BSSN, Soetedjo Joewono, mengungkapkan bahwa keberhasilan transformasi digital pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sistem dan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya. Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), percepatan transformasi digital, dan keterpaduan layanan digital nasional membutuhkan SDM yang kompeten, profesional, berintegritas, serta memiliki kesadaran keamanan siber yang kuat.

Menurut Soetedjo, pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi antarkementerian/lembaga diperlukan agar kerja sama penempatan lulusan dapat berjalan sesuai kebutuhan organisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan.bMelalui kolaborasi ini, BKN dan BSSN mendorong keterhubungan antara kompetensi lulusan Poltek SSN dan kebutuhan strategis instansi pemerintah. Penempatan SDM yang memiliki keahlian di bidang siber dan persandian diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan digital yang lebih andal sekaligus memperkuat aspek keamanan sistem informasi.

Penulis: dira
Foto: Farhan
Editor: des

Back To Top